Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Jemput Bola Agar Nelayan Divaksin

uki-Berau Post • Minggu, 22 Agustus 2021 - 03:12 WIB
JEMPUT BOLA: Para nelayan yang belum mendapatkan suntikan vaksin karena kesibukan untuk mencari nafkah.
JEMPUT BOLA: Para nelayan yang belum mendapatkan suntikan vaksin karena kesibukan untuk mencari nafkah.

NUNUKAN – Prajurit TNI AL dari Pangkalan Angkatan Laut (LANAL) Nunukan melakukan jemput bola kepada para nelayan untuk divaksin Covid-19. 

Komandan LANAL Nunukan Letkol Laut (P) Nonot Eko Febrianto mengatakan, selama ini para nelayan belum terealisasi oleh serbuan vaksin. Karena waktu para nelayan lebih banyak dihabiskan di laut daripada berada di rumah.

“Kita terjun langsung ke lapangan. Para nelayan lebih banyak di laut, sehingga mayoritas mereka memang belum terlayani vaksin,” ujarnya, Jumat (20/8).

LANAL menjadikan pangkalan kapal nelayan di kampung rumput laut Desa Mamolo Nunukan Selatan sebagai pos vaksin. Di lokasi tersebut, para nelayan tradisional maupun nelayan rumput laut biasa berlabuh dan menambatkan perahunya.

“Kita lakukan cegatan istilahnya. Itu kita lakukan agar para nelayan juga menerima program serbuan vaksin. Sehingga, mereka juga terbentuk herd immunity,” lanjut Nonot.

Para petugas medis LANAL Nunukan juga berangkat di pagi buta, demi bertemu dan menginjeksi para nelayan tersebut. Nonot menambahkan, TNI AL Nunukan menganggap para nelayan menjadi bagian dari tugas mereka, dalam membina dan bersosialisasi dengan masyarakat maritim.

Karena ketersediaan vaksin terbatas, TNI AL lebih fokus menyasar para nelayan tradisional yang rutin melaut. Meskipun pada akhirnya, petani rumput laut ataupun para buruh pengikat rumput laut turut menjadi sasaran vaksin.

“Kebanyakan nelayan takut divaksin, karena menganggap efeknya bisa lemas dan pusing. Kita mengalah untuk turun ke lapangan, memberikan pengertian, sekaligus menyuntikkan vaksin. Sebagai upaya dukungan program pemerintah menanggulangi Covid-19,” urainya.

Salah seorang nelayan yang menerima suntikan vaksin Aco mengatakan, selalu menghabiskan waktunya di laut untuk memanen rumput laut dan sesekali menjala ikan. Jika waktunya digunakan untuk antre pada program serbuan vaksin, ia tidak akan mendapat uang atau hasil tangkapan. 

“Memang banyak yang tak peduli vaksin. Tidak dapat ikan, tak ada yang dijual, kami pun bisa tak makan,” singkat Aco. (*/lik/*/viq/uno) 

Editor : uki-Berau Post
#Seputar Kaltara