Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

WKP Dihuni Warga, Produksi Minyak Pertamina EP Tarakan Belum Capai Target

izak-Indra Zakaria • Minggu, 31 Oktober 2021 - 23:22 WIB
Isrianto Kurniawan
Isrianto Kurniawan

TARAKAN – Hingga menjelang akhir Oktober, produksi minyak yang dilakukan PT Pertamina EP Tarakan Field masih di bawah target yang dibebankan. Field Manager PT Pertamina EP Tarakan Field Isrianto Kurniawan membeberkan, dari target 2.130 barel per hari, baru bisa merealisasikan 2.055 barel per hari.

“Yang jelas dengan target produksi kita ini sepertinya belum tercapai,” ujar  Isrianto, Sabtu (30/10). Belum tercapainya target ini bukan tanpa kendala. Pasalnya, ada beberapa kegiatan pemboran yang dinilai kurang berhasil, terutama di Tarakan. Hal ini disebabkan wilayah kerja Tarakan yang sudah dihuni banyak masyarakat. “Kondisi WKP kita sangat padat, sehingga kita sulit untuk bergerak. Kami mau mengebor ke mana saja sudah tak bisa lagi,” tuturnya.

Sebenarnya, pihaknya masih bisa berharap dari wilayah kerja Sembakung, Kabupaten Nunukan. Namun diakui Isrianto, beberapa rencana kegiatan pengeboran juga gagal membuahkan hasil. Secara keseluruhan, tahun ini pihaknya merencanakan lima kegiatan pengeboran. Akan tetapi, yang terealisasi hanya tiga kegiatan yang semuanya berada di wilayah kerja Sembakung.

Adapun dua rencana kegiatan yang tidak terelisasi berada di wilayah kerja Tarakan, keduanya berada di Kelurahan Pamusian. Penyebabnya terkendala masalah pembebasan lahan. Sedangkan tiga kegiatan pengeboran yang dilakukan di Sembakung, hasilnya dinilai kurang memuaskan.

Dampak belum berhasilnya kegiatan pemboran yang dilakukan tahun ini, Isrianto memperkirakan mengalami kerugian cukup besar. “Kalau secara kerugian dengan costs saat ini kita rugi, dengan costs yang cukup tinggi di Tarakan, sekitar –USD 3 juta,” bebernya. 

Meski demikian, Isrianto Kurniawan enggan menyerah. Karena masih ada waktu dua bulan untuk merealisasikan target di tahun ini. Sementara itu, untuk rencana kerja tahun 2022, pihaknya kemungkinan akan melanjutkan kegiatan pengeboran tiga sumur yang belum memberikan hasil memuaskan di wilayah kerja Sembakung.

Untuk wilayah kerja Tarakan, pihaknya akan berusaha menggali potensi minyak bumi. Dengan melakukan pendekatan kepada masyarakat, akan pentingnya minyak bumi bagi pendapatan daerah. (mrs/uno)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Seputar Kaltara