Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Sepanjang 2021, Sudah Sembilan Kali Gempa di Kaltara

uki-Berau Post • Senin, 3 Januari 2022 - 18:52 WIB
Salah satu sudut kota Tarakan, Kaltara. Di tahun 2021 lalu, Kaltara diguncang gempa bumi. Terakhir terjadi Jumat 31 Desember 2021 lalu.
Salah satu sudut kota Tarakan, Kaltara. Di tahun 2021 lalu, Kaltara diguncang gempa bumi. Terakhir terjadi Jumat 31 Desember 2021 lalu.

TARAKAN – Sepanjang tahun 2021, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadi sembilan kali terjadi gempa bumi di Kaltara. Terbaru terjadi pada Jumat (31/12) dini hari pukul 00.02.13 Wita dengan magnitudo 3.5, dengan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 3.54 LU dan 115.53 BT, atau tepatnya berlokasi pada jarak 25 kilometer arah Barat Laut Tarakan pada kedalaman 10 kilometer.

Sebelumnya pada Kamis (30/12) dini hari, gempa bumi juga terjadi pukul 02.09.24 Wita dengan magnitudo 4.4. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2.78 LU dan 118.58 BT, atau tepatnya berlokasi pada jarak 126 km arah Tenggara Tarakan-Kalimantan Utara, pada kedalaman 10 kilometer.

“Kaltara dan sekitarnya kalau tidak salah itu sudah sembilan kali gempa mulai Februari sampai Desember ini dengan intensitas atau magnitudo yang kecil-kecil. Ada 4.1, 4.4, 3.9 yang terakhir tadi malam 3,5,” ujar Kepala BMKG Tarakan Muhammad Sulam Khilmi, Jumat (31/12).

Berdasarkan data, menurut Khilmi, Kalimantan sebenarnya masuk ring tiga yang potensi gempanya paling rendah di antara daerah lainnya di Indonesia. Namun, Khilmi mengimbau masyarakat Kaltara tetap waspada. Sebab, di Kalimantan ada tiga sesar aktif.

Yakni, sesar Meratus di Kalimantan Selatan, sesar Mangkalihat yang memanjang dari Maratua sampai Samporna (Malaysia), serta sesar Tarakan yang memanjang dari barat sampai timur pulau Tarakan. “Ini yang harus diwaspadai. Memang inilah yang membuat yang berpotensi terjadi gempa,” imbaunya.

Selain tiga sesar aktif yang tergolong besar tersebut, ada juga sesar-sesar lokal yang sampai sekarang belum diberi nama. Di antaranya, gempa dengan magnitudo kecil yang terjadi sepanjang 2021 di Kaltara, menurut Khilmi, disebabkan oleh sesar-sesar lokal yang belum diberi nama.

Khilmi setuju dengan perkiraan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan, yang dari hasil kajian menunjukkan adanya potensi terjadi Tsunami.

“Memang betul apa yang disampaikan oleh BPBD di tahun 2016, mereka bekerja sama dengan para ahli yang menjelaskan bahwa Tarakan potensi Tsunami, iya. Ketika ada potensi gempa besar, akan berpotensi menjadi Tsunami,” tuturnya.

Dari pengalaman, Tarakan juga pernah diguncang gempa dengan intensitas besar mencapai magnitudo 7.0 pada 1923. 

“Kita bukan menakut-nakuti, namun ingin menyampaikan dengan adanya potensi ini masyarakat bisa waspada. Apa sih yang harus dilakukan kalau terjadi gempa. Jadi, harus ada edukasi, mitigasi bencana ketika terjadi gempa bumi,” imbaunya. (mrs/kpg/kri/k16)

Editor : uki-Berau Post
#gempa