Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pemprov Kaltara Niat Tuntaskan Keterisolasian Wilayah Pedalaman dan Perbatasan

uki-Berau Post • Kamis, 24 Maret 2022 - 20:08 WIB
Wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan, Kaltara yang sampai saat ini hanya dijangkau melalui udara.
Wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan, Kaltara yang sampai saat ini hanya dijangkau melalui udara.

Pembangunan Pemprov Kaltara bukan hanya di wilayah perkotaan, atau sektor kesehatan dan pendidikan. Namun, persiapan kawasan keterisolasian. Sebab, wilayah terisolasi bisa menghambat sejumlah persoalan di masyarakat.

 

TANJUNG SELOR–Wakil Gubernur Kalimantan Utara Yansen Tipa Padan mengatakan, pembangunan untuk membuka keterisolasian di pedalaman dan perbatasan harus ada target, dan harus terpenuhi. Penanganan perbatasan harus mencapai hasil yang diharapkan. Utamanya pembukaan keterisolasian wilayah.

"Jika keterisolasian wilayah bisa ditangani, persoalan masyarakat bisa teratasi," ungkapnya, Rabu (23/3). Untuk membuka keterisolasian wilayah, terdapat empat link koneksi yang harus dituntaskan. Link dari Tanjung Selor ke arah Sebatik. Kemudian Tanjung Selor ke arah Labang, Tanjung Selor ke Krayan, serta Tanjung Selor ke Apau Kayan. Jika keempat link itu tertangani, wajah Kaltara akan terlihat. "Jika berbicara Kaltara ke depan, harus membuka keterisolasian wilayah. Kaltara harus terakses dengan baik. Dari darat, air, maupun udara," sebut dia.

Pilihan ke perbatasan hanya ada dua opsi, yakni darat dan udara. Jika melalui jalur udara, sejauh ini tidak menemui kendala berarti, dan sudah tembus. Meski pada kenyataannya, tidak maksimal membantu masyarakat. Berbeda dengan jalur darat yang masih sulit. Jika jalur darat bisa ditangani, akan menuntaskan 80–90 persen persoalan masyarakat. "Berbicara mobilisasi orang, kapan pun bisa berangkat. Artinya pembukaan keterisolasian wilayah akan mempercepat pembangunan perekonomian di Kaltara. Serta sosial masyarakat," jelasnya.

Sebagai wagub Kaltara, Yansen menyebut, punya tugas melakukan pengawasan. Dengan berharap kerangka kerja membuka isolasi wilayah. Hal itu harus dikejar. "Jadi memang banyak kendala setelah berkunjung ke wilayah perbatasan. Salah satunya anggaran," terangnya.

Selain memantau, dia melakukan pendataan persoalan yang ada di wilayah perbatasan. Hasil pemantauan dan pendataan, dikirim ke pusat. Agar pusat melihat juga kondisi riil di lapangan. Pihaknya telah merekam dan memetakan masalahnya di wilayah perbatasan. "Minimal tahun depan jalan perbatasan bisa fungsional dan dapat diakses. Itu yang menjadi target semua. Empat link itu bisa saling terkoneksi," terangnya. (kpg/fai/dra/k8)

Editor : uki-Berau Post
#Seputar Kaltara