TANJUNG SELOR - Desain pengelolaan Hutan Kota Bunda Hayati menjadi Kebun Raya masih diupayakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan. Bahkan, pemkab sudah lakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Kesepakatan dilakukan berdasarkan permohonan dari pemkab, untuk mengawal proses pembuatan masterplan tata kelola Hutan Kota Bunda Hayati menjadi Kebun Raya. Kawasan tersebut memiliki luasan 86 hektare dikelola dengan melibatkan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD).
“Termasuk aspek yang berkaitan dengan olahraga, perpaduan wisatanya. Ini harus disusun dengan masterplan yang jelas,” terang Bupati Bulungan Syarwani, Rabu (28/9).
Menurut Syarwani, hal itu penting dilakukan, jangan sampai rencana pembangunan kawasan hutan kota tidak sesuai yang diharapkan. Sebelum masuk ke kawasan Kebun Raya lebih dahulu dilakukan kolaborasi dengan kementerian terkait.
Penyematan nama hutan kota itu melalui Peraturan Daerah (Perda). Sehingga, perubahan nomenklatur menjadi Kebun Raya bukan menjadi persoalan. Selagi masih dalam kewenangan pemerintah daerah. Untuk progres pembangunan, kata Syarwani, dua tahun terakhir sudah dibangun embung dalam hutan. Berfungsi untuk serapan air pengeringan dan sewaktu-waktu bisa bermanfaat.
“Kita pun telah menebar lima ribu benih ikan. Desain kawasan Kebun Raya memang dibuka untuk publik. Namun, tata kelola harus didesain dengan matang,” tuturnya.
Tahun ini, ada perencanaan untuk perluasan pagar hidup. Sudah dilakukan pematangan lahan di sepanjang Jalan Sengkawit, agar bisa ditanami jenis tanaman. “Jadi pagar hidupnya diperpanjang meneruskan yang sebelumnya. Mengenai tata kelola dan desain, semoga tidak merubah konsep yang telah ditetapkan,” harap Syarwani.
Progress pembangunan masih sebatas masterplan dan ditergetkan bisa rampung tahun ini. Tahun depan, dilanjutkan pada tahapan pengolahan pemetaan zona kawasan. Masterplan ini, merupakan dasar dan zonasi. Nanti, untuk dikongkritkan dalam sebuah bangunan.
“Mengingat lahan yang cukup luas tidak bisa sekaligus dikerjakan, tapi bertahap,” ujarnya. (*/mts/uno)
Editor : uki-Berau Post