TARAKAN - Keberadaan Ahmad Ramli (34) yang tersesat di hutan Gunung Selatan belum juga terdeteksi keberadaannya oleh tim Pencarian dan Pertolongan atau SAR Tarakan, Rabu (1/3).
Bahkan, handphone milik korban saat ini sudah tidak dapat dihubungi tim SAR. Padahal sebelumnya korban sempat berkomunikasi untuk memberitahukan posisinya terakhir. “Perkembangan, tim sebanyak 12 orang tadi Subuh sekitar pukul 05.00 Wita (kemarin, Red) sudah bergerak. Sampai sore ini hasil masih nihil. Kami tidak bisa lagi komunikasi dengan korban,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan Syahril.
Karena korban belum ditemukan, sekitar pukul 17.00 Wita, pihaknya menambah personel pencarian. Selanjutnya keberadaan korban akan dicari hingga malam hari.
Upaya pencarian, dilakukan sejauh 3 nautical mile (NM) atau 5 kilometer dari titik terakhir korban saat memberitahukan objek yang sudah dilalui. Sehingga lokasi tersebut menjadi dasar pencarian keberadaan korban.
“Metode penyisiran kami buat lagi opsi B, makanya ditambah personel. Pokoknya sampai malam ini. Intinya harus ketemu itu korban,” ujarnya.
Tidak menutup kemungkinan pihaknya akan melibatkan unsur lain seperti komunitas pencinta alam. Namun pihaknya memprioritaskan personel SAR Tarakan dalam pencarian, dengan melihat kondisi di lapangan. Targetnya, korban bisa ditemukan dalam keadaan selamat.
Pihaknya sampai saat ini tidak menemukan tanda-tanda atau barang milik korban. Sebab, korban tidak membawa barang berupa minuman dan makanan yang banyak. “Ada bekal paling cukup sehari itu saja. Cuma tidak ada tanda signifikan yang kami temukan di lapangan,” tegasnya.
Kendala sampai saat ini, lanjut Syahril, tidak ada hal yang menonjol. Bahkan tidak ada aktivitas binatang buas yang ditemukan. Hanya saja, ada jurang yang cukup terjal di area lokasi kejadian perkara.
Diberitakan sebelumnya, Ahmad Ramli, warga Jalan Mulawarman RT 024, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Tarakan Barat dilaporkan tersesat di hutan Gunung Selatan saat mencari kayu pada Senin (27/2). Mesti bisa berhubungan langsung melalui telepon, personel Pencarian dan Pertolongan Tarakan belum bisa menemukan korban. (sas/uno)
Editor : izak-Indra Zakaria