TANJUNG SELOR – Pegawai dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru, masih belum mampu memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di Kabupaten Bulungan.
Dalam menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan pun berupaya mengoptimalkan tenaga guru honorer. Pengabdian yang terbaik untuk pendidikan di daerah jadi harapan kepada PPPK yang baru diangkat. Hal itu disampaikan Bupati Bulungan Syarwani usai penyerahan Surat Keputusan (SK) pengangkatan 15 guru PPPK.
“PPPK ini kalau sesuai aturan, memiliki hak yang sama dengan PNS. Hanya saja hak pensiun yang membedakan,” jelas Syarwani, Selasa (27/6) lalu.
Menurut dia, penambahan PPPK guru dilakukan karena belum memenuhi kebutuhan tenaga pendidik. Kekurangan tenaga pendidik karena banyaknya guru yang mengajukan mutasi. Namun dengan adanya guru honorer, dapat memperkuat jumlah guru PNS yang terbatas.
Bahkan, pemda juga telah membuat kebijakan larangan mutasi bagi ASN maupun PPPK. “Ya, PNS dan PPPK tidak diperbolehkan mengajukan mutasi, kecuali istri TNI/Polri yang harus mengikuti suaminya pindah tugas,” terangnya.
Selain tenaga pendidik, untuk tenaga kesehatan (Nakes) di Bulungan juga masih sangat terbatas. Pemda pun telah mengusulkan 100 formasi tenaga pendidikan dan 150 formasi nakes tahun ini.
“Pelaksanaannya kita menunggu keputusan Pemerintah Pusat,” imbuhnya.
Bupati berharap, usulan dapat disetujui. Sehingga, kebutuhan guru PPPK dan nakes bisa terpenuhi. Di Bulungan masih membutuhkan sekitar 800 orang. Bahkan sudah lakukan pemetaan terkait kebutuhan PPPK di Bulungan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan Imam Sujono mengatakan, pelaksanaan rekrutmen PPPK nakes dimulai pada Agustus mendatang.
“Formasi dokter spesialis kita juga usulkan,” singkatnya.
Di lain pihak, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bulungan Suparmin Seto mengatakan, jumlah tenaga pendidikan di Bulungan sekitar 2.000 orang.
“Sekarang ini, kebutuhan tenaga pendidik sekitar 1.000 orang,” ujarnya.
Disdikbud Bulungan juga memberdayakan tenaga kontrak, untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik. Guru kontrak saat ini sekitar 325 orang. Untuk rekrutmen PPPK tenaga pendidik akan dibuka tahun ini. Namun, 100 formasi yang diusulkan belum mampu memenuhi kebutuhan guru di daerah. (*/ika/uno)
Editor : izak-Indra Zakaria