Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Selalu Agendakan Ikut Kompetisi Internasional

uki-Berau Post • 2023-08-14 00:16:22
MENANG DI JEPANG: Tim paduan suara SMAN 15 Surabaya Livo berhasil mendapatkan tiga medali saat mengikuti kompetisi di Jepang.
MENANG DI JEPANG: Tim paduan suara SMAN 15 Surabaya Livo berhasil mendapatkan tiga medali saat mengikuti kompetisi di Jepang.

Grup paduan suara (padus) SMAN 15, Libels Voice (Livo), membawa pulang tiga medali sekaligus dalam kompetisi di Jepang. Meski sempat dua tahun rehat karena pandemi, Livo mampu bersaing dengan kontestan lainnya.

 

NURUL KOMARIYAH, Surabaya

 

EMPAT tahun lalu, Livo menjadi jawara dalam kompetisi padus tingkat internasional di Budapest, Hungaria. Mereka berhasil menyabet juara I, II, dan III dalam beberapa kategori sekaligus. Itu menjadi prestasi puncak Livo sebelum pandemi Covid-19. Saat pandemi, Livo memilih untuk rehat sejenak dari kegiatan padus.

Anggotanya berfokus menjaga kesehatan. Dua tahun berselang, mereka kembali berlatih. “Setiap dua tahun sekali, kami memang selalu mengagendakan untuk mengikuti kompetisi internasional. Biasanya di Eropa. Tapi, karena ini mulai lagi setelah lama vakum dan dengan anak-anak yang baru, kami memutuskan mencoba kompetisi di Asia dulu saja,” ucap Azik Mubarak, pelatih dan pembina Livo.

Juni lalu Livo mengikuti kompetisi padus di Jepang. Ada dua kompetisi sekaligus yang diikuti grup itu. Pertama adalah 38th Takarazuka International Chamber Chorus Contest 2023 di Osaka.

Saat mengikuti lomba di Negeri Sakura itu, Azik tidak menargetkan anggotanya menyabet seluruh penghargaan. Namun, mereka terpacu oleh spirit menjelang 17-an.

Dalam kompetisi itu, mereka menjadi juara ketiga (bronze prize) kategori Children and Youth Choir. Capaian tersebut dianggap Azik sebagai sesuatu yang hebat. Sebab, saat itu ada human error dari panitia penyelenggara yang salah menerjemahkan regulasi peserta.

Saat itu, Livo membawakan lagu-lagu jadul tahun 1700-an dan 1800-an dari era Renaisans di Italia dan Prancis serta lagu di Era Romantic dari Jerman. Padahal, seharusnya membawakan lagu modern. Itu murni kesalahan dari panitia yang salah translate dan kemudian meminta maaf.

“Namun, penampilan kami masih dianggap layak menang,” imbuh lelaki yang juga dokter sekaligus dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) itu.

Kompetisi kedua yang diikuti tim Livo adalah 5th Tokyo International Choir Competition. Dalam lomba itu, mereka membawakan lagu daerah Bali, yakni Janger dan lagu Piso Surit dari Sumatera Utara untuk kategori folklore. Lengkap dengan baju adat Bali serta ulos Batak. Pada kategori kontemporer, Livo membawakan lagu Hindu Bali berjudul Gayatri.

Hasilnya cukup membanggakan. Tim Livo memborong tiga piala sekaligus. Yakni 3rd place (gold prize) kategori folklor atau cerita rakyat dan 3rd place (gold prize) kategori kontemporer. Serta satu gelar atributif sebagai Best Interpretation of Contemporer.

Menurut Azik, itu merupakan raihan yang patut diapresiasi. “Sebab saat di Tokyo, tim Livo berkompetisi dengan 69 peserta padus dari berbagai negara dengan rentang usia yang lebih dewasa,” ujarnya.

Azik mengungkapkan, salah satu tantangan terbesar dalam padus adalah menciptakan harmonisasi. Saat itu tim Livo diisi oleh 35 siswa perempuan dan 11 siswa laki-laki. Padahal idealnya, jumlahnya harus sama atau minimal jumlah pengisi vokal laki-laki dua pertiga dari jumlah vokal perempuan. (*/c6/aph/jpg/uno)

Editor : uki-Berau Post
#feature