Truk akan dilarang masuk ke Jalan Slamet Riyadi melalui Jalan Jenderal Sudirman, Tarakan Barat. Aturan itu akan diterapkan Satlantas Polres Tarakan lantaran banyaknya aduan masyarakat terkait kemacetan di Jalan Slamet Riyadi yang disebabkan banyaknya truk melintas.
Kasat Lantas Polres Tarakan, Iptu Gisca Yashella mengatakan, nantinya akan dipasang rambu lalu lintas terkait larangan truk untuk masuk. Hal tersebut pun sudah dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan Kota Tarakan “Jadi masuk di Jalan Slamet Riyadi ada waktunya tertentu,” katanya, pekan lalu.
Meski dilarang masuk, namun truk diperbolehkan keluar dari Jalan Slamat Riyadi ke Jalan Jenderal Sudirman. Namun untuk masuknya harus melalui Jalan Seroja, yang berada di depan Hotel Makmur.
Semua aturan tersebut akan diberlakukan sampai pukul 21.00 Wita. “Ini khusus truk saja. Jadi kendaraan roda empat dan roda dua masih bisa masuk. Kalau truk lewat di depan makmur,” ujar Gisca.
Tidak hanya macet, namun di pertigaan Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Slamet Riyadi juga kerap didapati laka lantas. Maka dengan adanya penertiban khusus truk, maka angka kecelakaan lalu lintas juga diharapkan menurun. “Di situ trotoarnya tidak ada gari-nya. Sudah saya sampaikan juga ke Dishub untuk pemasangannya,” beber Kasat.
Dalam menindaklanjuti keluhan masyarakat, dijelaskan Gisca akan dilakukan secara bertahap. Terlebih terdapat banyak pihak yang berkenaan dengan pengaturan lalu lintas di jalan raya.
“Kita sudah komunikasi juga ke pihak terkait. Nanti pasti akan ada rapat lagi. Itu juga bersama kelurahan terkait, nanti kalau misalnya ada yang melanggar ya tetap kita tegas menilang,” pungkasnya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tarakan, Ahmadi Burhan menambahkan, terkait wacana pengaturan kendaraan truk yang melintas masih dalam pembahasan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).
“Memang kalau truk kita rekomendasikan untuk tidak masuk lewat situ (Jalan Slamet Riyadi). Masih dibahas juga oleh teman-teman di lapangan,” tuturnya.
Ia menilai kemacetan yang terjadi di Jalan Slamet Riyadi dikarenakan salah satu minimarket yang parkirannya memakan bahu jalan. Sehingga ketika terdapat mobilitas kendaraan tinggi maka akan sulit terurai di jalan tersebut.
“Nanti kita akan atur juga parkiran di situ. Nantinya parkiran di salah satu minimarket itu agak dimasukkan lagi ke dalam,” singkatnya. (zar/lim)