Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Sempat Diragukan, Proyek PLTA Sungai Kayan Diklaim Berprogres

izak-Indra Zakaria • Senin, 11 Desember 2023 - 11:36 WIB
ENERGI LISTRIK : Tampak akses infrastruktur jalan yang dibangun oleh KHE di kawasan PLTA Sungai Kayan.
ENERGI LISTRIK : Tampak akses infrastruktur jalan yang dibangun oleh KHE di kawasan PLTA Sungai Kayan.

 Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai Kayan di Kecamatan Peso, Bulungan telah berlangsung sejak groundbreaking pada 2012 silam. Namun, satu dasawarsa berlalu. Proyek  ini belum dilaksanakan sepenuhnya. Kades Long Peso, Pulinop Jaui mengaku sempat meragukan pembangunan tersebut karena perkiraan waktu penyelesaian yang diformulasikan pada sosialisasi pertama. KHE menyatakan bahwa satu bendungan bisa selesai dalam waktu lima tahun.

“Sekarang, 11 tahun berjalan belum ada satu bendungan yang terbangun,” kata Pulinop kepada Radar Kaltara, Minggu (11/12). Menurutnya, jika waktu dimaksimalkan, mungkin sudah bisa diselesaikan. Namun, mereka memahami bahwa perizinan yang cukup banyak memakan waktu lama. Hal ini diperparah dengan pendemi Covid-19. “Untuk pembangunan memang sempat terhambat. Tetapi, waktu pandemi Covid-19, mereka (KHE) tetap fokus untuk melakukan pembebasan lahan,” ungkapnya.

Melihat progres saat ini, Pulinop menyakini bahwa perusahaan berkomitmen untuk merealisasikan pembangunan PLTA. “Kita berharap perusahaan berkomitmen, karena keberadaan PLTA ini sudah lama dinantikan oleh warga,” bebernya. Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI sekaligus Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Marthin Billa memberikan dukungannya terhadap pembangunan PLTA. Ia menilai banyak manfaat yang akan didapatkan oleh masyarakat dengan adanya pembangunan proyek tersebut. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mendukung pembangunan PLTA agar terlaksana dengan lancar dan sesuai dengan target yang telah ditentukan.

“PLTA ini dapat membuka lapangan kerja dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” bebernya.

Wakil Bupati (Wabup) Bulungan, Ingkong Ala mengaku sudah  beberapa kali melakukan peninjauan ke lapangan untuk melihat progres pembangunan PLTA. Saat ini, progresnya sudah signifikan.

“Sekarang ini KHE sudah melakukan blasting (peledakan),” ungkapnya.

Blasting, sambung Ingkong Ala, telah  dilakukan sejak Juli. Ini menunjukkan komitmen KHE untuk membangun PLTA. Dikatakan, PLTA merupakan proyek besar dan memerlukan beberapa izin yang harus diperoleh dalam rangka melaksanakan pembangunan tersebut. Oleh karena itu, ia berharap masyarakat dapat mendukung agar dapat diselesaikan dengan lancar sesuai target.

“Pembangunan PLTA ini akan membuka lapangan kerja dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Informasinya, sekarang ini sudah ada 600 orang,” ungkapnya.

Kedepan, jumlah penyerapan tenaga kerja diproyeksikan akan terus bertambah mencapai 6.000-7.000 orang. Untuk energi listrik yang dihasilkan dari PLTA akan di suplai ke  Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning-Mangkupadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur, Bulungan.

Manajer Operasional KHE, Khaeroni mengatakan bahwa progres pembangunan PLTA telah signifikan, meskipun mobilisasi material terhambat oleh akses yang terbatas dan kondisi air yang rendah. Saat ini, proyek ini sudah memasuki tahap blasting  dan difokuskan pada infrastruktur jalan hingga pekerjaan bangunan pengelak (diversion channel). Ditargetkan, commercial operations date (COD) atau siap beroperasi komersial pada 2027-2028 mendatang.

“Sebelumnya pekerjaan di lapangan sempat terkendala pandemi Covid-19. Tetapi, bukan berarti tidak ada pekerjaan. Tetapi ada pekerjaan. Namun, tidak maksimal,” ungkapnya. Dalam proses pembangunan PLTA, KHE juga menggandeng dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Indra Karya (Persero) dan PT Dahana untuk pengawasan dan peledakan.

“PT Indra Karya ini mitra KHE dalam melakukan pengawasan. Sedangkan PT Dahana sebagai pelaksana untuk kegiatan blasting,” bebernya. Untuk nilai investasi proyek ini sedang dilakukan audit internal dan hasilnya dapat diketahui pada akhir Desember atau awal Januari mendatang. “Setelah audit akan kami sampaikan hasilnya,” pungkasnya. (jai/ana)

Editor : izak-Indra Zakaria