Meski awal tahun 2024 di Kota Tarakan diwarnai hujan, namun hal itu tidak mengurangi antusias masyarakat untuk memanfaatkan hari libur menyambangi objek wisata. Sehingga pada momen Tahun Baru 2024 beberapa objek wisata terpantau ramai dikunjungi masyarakat baik dari wisatawan lokal maupun dari luar daerah.
Seperti Kawasan Konservasi Mangrove Bekantan (KKMB) dan Pantai Amal Kota Tarakan. Salah satu objek wisata yang padat pengunjung ialah KKMB. Ratusan pengunjung terlihat memadati kawasan konservasi tersebut sejak dibuka pukul 10.00 Wita, Senin (1/1).
Koordinator Pengawas KKMB, Samsul Aris mengungkapkan, di hari libur pengunjung KKMB meningkat 200 persen dari hari libur biasanya. Jika hari libur biasa pengunjung KKMB hanya kisaran 150-200 namun di hari libur tahun baru meningkat menjadi 400-500 pengunjung.
Meski terbilang ramai, namun menurutnya jika libur tahun baru dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan drastis. Selain karena transisi dari pandemi Covid-19, hal ini juga dipengaruhi banyaknya fasilitas yang rusak.
“Hari ini cukup banyak, sekitar 400-500 pengunjung. Memang setiap libur Tahun Baru pasti meningkat drastis. Tapi beberapa tahun ini sebenarnya agak turun karena masih banyak fasilitas yang membutuhkan perbaikan. Selain itu Mungkin karena hari ini cuacanya kurang bersahabat,” ujarnya, Senin (1/1).
Meskipun setiap libur Tahun Baru, pengunjung meningkat, namun karcis masuk tidak mengalami perubahan harga. Aris menerangkan kebijakan tersebut sudah berlaku sejak KKMB pertama kalinya beroperasi. Kendati demikian, ia mengakui jika harga karcis pengunjung lokal dan asing berbeda. Aturan tersebut diberlakukan sejak KKMB pertama kali dibuka.
“Tidak ada kenaikan, mau hari besar hari biasa karcis tetap 3 ribu rupiah untuk pengunjung lokal. Dari dulu tidak berubah. Tapi kalau pengunjung asing (luar negeri) Rp 15 ribu. ,” tuturnya.
Sementara itu, Maimunah (40) seorang pengunjung mengungkapkan, setiap libur tiba ia beserta keluarga selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi KKMB. Hal itu dikarenakan ia dan keluarga sangat senang dengan suasana hijau sehingga menurutnya KKMB merupakan tempat yang tepat menghabiskan waktu liburan.
“Saya setiap tahun selalu ke sini bersama keluarga. Anak saya senang lihat bekantan dan monyet. Kalau di tempat lain kan tidak ada hewannya cuma di sini yang ada. Makanya dia selalu minta ke sini. Dia senang lihat burung-burung, kadang juga ada biawak,” terangnya.
Wahana Wisata Amal Beach yang berada di Tarakan Timur juga ramai dikunjungi wisatawan. Terpantau, sebagian pengunjung mengelar acara keluarga serta melakukan makan bersama. Meski saat ini cukup banyak objek wisata baru hadir di Kota Tarakan, namun sebagian masyarakat tetap memiliki amal beach sebagai tempat tujuan. Hal itulah yang diungkapkan Rahmah (38) salah satu pengunjung.
“Banyak tempat yang baru buka seperti di Juata itu, Pantai Intan Ratu, atau kolam Renang amal. Tapi kami rasa di sini paling enak, harga karcisnya terjangkau, terus bisa menikmati pantai langsung yang ada pasirnya. Kalau di Amal lama itu bagus juga cuma terlalu jauh pantainya,” terangnya.
Koordinator Pengelola Amal Wahana Wisata Amal Beach, Zukifli mengungkapkan, terjadi peningkatan jumlah pengunjung di saat hari libur Tahun Baru ini. Secara hitungan sebesar 3 hingga 4 ribu pengunjung. Kendati demikian, ia menyadari banyaknya objek wisata baru di Tarakan turut memengaruhi antuasias pengunjung.
Selain itu, menurutnya masa libur yang sangat singkat sehingga membuat masyarakat tidak memiliki antusias dan tidak memiliki kesempatan untuk melancong lantaran mempersiapkan aktivitas esok hari.
“Pengunjung sekitar 3-4 ribu. Karena saat ini sudah banyak objek wisata baru jadi tidak sebesar Beberapa tahun lalu khususnya sebelum Covid-19. Tahun 2019 itu bisa mencapai 5 ribuan pengunjung. Seharusnya sekarang meningkatkan tapi karena banyak objek wisata baru mungkin pengunjung terbagi,” tukasnya.
“Sepertinya karena tahun ini kan besok segala aktivitas perkantoran, sekolah sudah berjalan seperti biasa jadi kemungkinan ada yang tidak sempat untuk jalan-jalan karena mempersiapkan besok. Beda dengan libur Idulfitri panjang, yang paling ramai itu pas liburan lebaran,” pungkasnya. (zac/lim)
Editor : izak-Indra Zakaria