Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Utara (Kaltara) tetap berfokus pada tiga poin. Infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.
TANJUNG SELOR–Hal itu diungkapkan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Denny Harianto.
Dari Rp 3,4 triliun APBD Kaltara 2024 ini, anggaran terbesar diberikan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) di tiga bidang tersebut. Bidang itu wajib dipenuhi dan layak mendapatkan prioritas. Pihaknya wajib menganggarkan terkait pelayanan publik yang berdampak pada belanja modal, minimal 40 persen dari APBD. "Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPR Perkim) Kaltara contohnya, mendapatkan cukup banyak alokasi. Hampir Rp 1 triliun. Sebab, infrastruktur menjadi kewenangan dari dinas tersebut," bebernya, Senin (22/1).
Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur yang dapat efektif meningkatkan aksesibilitas terhadap fasilitas publik, serta menyelesaikan berbagai persoalan infrastruktur yang masuk agenda prioritas daerah. Meski bidang infrastruktur memiliki anggaran terbesar, tidak kalah penting juga adalah bidang pendidikan yang dikelola Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan kesehatan yang dikelola Dinas Kesehatan Kaltara.
"Disdikbud bertanggung jawab dalam memperluas akses pendidikan yang berkualitas bagi seluruh warga Kaltara, termasuk di daerah terpencil. Sementara itu, Dinas Kesehatan memfokuskan program-programnya pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan," jelasnya.
Setelah di bidang infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan, selanjutnya APBD juga dialokasikan kepada OPD-OPD yang mendukung visi-misi dan janji politik gubernur Kaltara dan wakil gubernur Kaltara. Tentunya, peningkatan anggaran juga seiring peningkatan APBD. Apalagi APBD murni di Kaltara terus meningkat sejak 2023 yang hanya mencapai Rp 2,99 triliun, hingga tahun ini menjadi Rp 3,49 triliun.
“Peningkatan anggaran diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Kaltara, serta pemerintah dapat terus meningkatkan program-program pembangunan yang lebih baik,” ujarnya. (kpg/fai/dra/k8)
Editor : Rahman Hakim