Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

BPBD Tetapkan Status Tanggap Darurat Hidrometeorologi, Kemarau Diprediksi Hingga Maret

Indra Zakaria • Jumat, 1 Maret 2024 - 17:01 WIB
KEMARAU: Kondisi sungai Sembakung mengalami surut tidak seperti biasanya.
KEMARAU: Kondisi sungai Sembakung mengalami surut tidak seperti biasanya.

 

Kemarau panjang yang terjadi sejak akhir 2023 hingga saat ini, membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan menetapkan Nunukan berstatus tanggap darurat hidrometeorologi.

Kasubdit Rehabilitasi dan Rekontruksi,  BPBD Nunukan, Mulyadi menyampaikan untuk menangani status tanggap darurat hidrometeorologi BPBD Nunukan mendapatkan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dana siap pakai ini diperuntukkan untuk bantuan air bersih ke masyarakat.

"Jadi BPBD mendapatkan bantuan terkait status tersebut sebesar Rp 250 juta. Bantuan tersebut di manfaatkan untuk penanganan kekeringan yang ada di Nunukan," ucap Mulyadi kepada Radar Tarakan, Selasa (27/2).

Dijelaskan, bantuan yang diberikan kepada masyarakat berupa pendistribusian air bersih. Langkah ini juga membantu Perumda Air Bersih Tirta Taka, Nunukan. Selain itu juga untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi.  

"Kita mendistribusikan air bersih ke masyarakat membantu Perumda Tirta Taka. Kemudian bantuan diperuntukkan untuk penanganan karhutla dampak dari kekeringan," jelasnya.

Berdasarkan pantauan di 21 kecamatan di Nunukan dapat dikatakan kemarau menimpa seluruh wilayah di Nunukan. Bahkan, dampak kekeringan yang terjadi membuat kondisi debit air sungai di wilayah Sembakung terlihat surut.

"Kalau di Nunukan yang terdampak kekeringan hampir di seluruh kecamatan. Bayangkan dampak Elnino, sungai Sembakung bisa sesurut ini. Dan ini belum pernah terjadi sungai Sembakung airnya surut drastis," kisahnya sembari memperhatikan foto kondisi sungai Sembakung.

Untuk status siaga tanggap darurat hidrometeorologi yang ditetapkan akan berlangsung selama tiga bulan. Dimulai sejak Februari hingga April 2024 mendatang. "Berlaku selama tiga bulan ke depan. Mulai Februari ini," pungkasnya. (*)

 
Editor : Indra Zakaria
#nunukan