Memastikan keamanan di jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara berjalan sesuai prosedur. Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Heri Azhari melakukan pemeriksaan di Lapas Nunukan.
Kadivpas Kemenkum HAM Kaltim, Heri Azhari menyambangi Lapas Nunukan pada, Rabu (20/3) sekira pukul 00.50 dini hari. Ia didampingi Kabid Pelayanan Tahanan, Kesehatan, Rehabilitasi, Pengelolaan Benda Sitaan, Barang rampasan negara dan keamanan dan Kabid Pembinaan, Bimbingan dan Teknologi informasi melakukan monitoring pelaksanaan pengamanan pada Ramadan di Lapas Nunukan.
Salah satu yang menjadi perhatiannya yakni pemeriksaan pada area tertentu di lingkungan Lapas Nunukan. Seperti, area dapur pihaknya melakukan monitoring dan inspeksi untuk pengecekan segala kesiapan saat Ramadan.
"Pemeriksaan ke beberapa bagian di Lapas Nunukan terutama di area dapur. Kita lakukan pemeriksaan untuk kesiapan pembagian makanan sahur untuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Nunukan," ucap Kadivpas Kemenkum HAM Kaltim, Heri Azhari, (20/3).
Kemudian, area yang tak luput dari pemeriksaan Kadivpas dan tim yakni blok hunian WBP. Hal ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan tugas dan fungsi pengamanan personel Lapas Nunukan berjalan sesuai dengan aturan.
Usai melaksanakan monitoring ia memberikan apresiasi kepada personel Lapas Nunukan atas terselenggaranya kegiatan yang kondusif. Dan mengingatkan personel untuk tetap profesional dalam bertugas dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di Lapas Nunukan.
Memberikan sejumlah masukan untuk penambahan fasilitas di area dapur. Agar aktivitas tidak terhambat dan dapat meminimalisir gangguan keamanan dan ketertiban di Lapas Nunukan.
"Terimakasih atas kinerja petugas Lapas Nunukan yang telah melaksanakan tugas sesuai dengan prosedur. Ada beberapa hal yang perlu kita tingkatkan terkait keamanan di area dapur.
Pertama, penambahan beberapa fasilitas hingga struktur maupun berkaitan dengan lalu lintas menuju dapur agar keamanan dapat maksimal. Dan gangguan keamanan dan ketertiban dapat diminimalisir," pungkasnya. (akz/lim)
Editor : Indra Zakaria