Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Ombudsman Kaltara Soroti Layanan bagi Pemudik

Radar Tarakan • Kamis, 28 Maret 2024 - 23:30 WIB
MUDIK: ORI Kaltara terhadap semua instansi terkait harus memperhatikan layanan publik kepada pemudik. FOTO: ELIAZAR/RADAR TARAKAN
MUDIK: ORI Kaltara terhadap semua instansi terkait harus memperhatikan layanan publik kepada pemudik. FOTO: ELIAZAR/RADAR TARAKAN

 

Menjelang arus mudik dan arus balik hari Raya Idulfitri 2024, Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Utara (Kaltara) menegaskan semua instansi terkait harus memperhatikan layanan publik kepada masyarakat. Khusus di Pelabuhan Malundung Tarakan, ORI Kaltara memastikan akan melakukan pengawasan secara langsung.

Apalagi dalam pembentukan posko angkutan lebaran 2024 di Pelabuhan Malundung sudah dibentuk. Instansi terkait dari KSOP Tarakan, Pelindo, Pelni, BPTD, TNI-Polri, Ombudsman, Basarnas sudah melakukan rapat koordinasi untuk mempersiapkan pelayanan bagi masyarakat yang akan mudik.  Diprediksi jumlah penumpang arus mudik dan arus balik terhadap transportasi air diprediksi akan meningkat.

“Kami sudah menekankan apabila jumlah pemudik meningkat, maka harus disesuaikan dengan fasilitas sarana dan prasarana yang tersedia,” kata Kepala ORI Perwakilan Provinsi Kaltara, Maria Ulfah.

Khusus di Pelabuhan Malundung, pihaknya lebih menekankan agar pelayanan pembelian tiket masyarakat bisa diperhatikan. Diharapkan masyarakat tidak membeli tiket dari para calo. Hal itu ditekankan pihaknya lantaran pada layanan mudik di tahun lalu, pihaknya mendapati masih banyak oknum calo yang menawarkan tiket kepada pemudik.

“Bahkan ada masyarakat yang sampai harus membeli tiket dua kali karena berhubungan dengan calo,” bebernya.

 

Diakui Maria, disaat itu pihaknya mendapati calo menawarkan tiket kepada pemudik secara terang-terangan. Untuk itu, pihaknya akan  kepada pihak Pelni agar mengontrol mitranya yang berjualan tiket. Bahkan harus dipastikan bahwa nama penumpang yang akan berangkat harus sesuai dengan tiket dan KTP.

“Ada beberapa trik yang mereka (calo) gunakan supaya bisa masuk sampai ke kapal tanpa KTP, mereka biasanya datang di last minute, atau barang yang ketinggalan,” tambah Kepala Keasistenan Pencegahan Mal Administrasi Ombudsman Kaltara, Bakuh Dwi Tanjung.

Ia menambahkan, tidak hanya calo yang disoroti oleh pihaknya namun kelengkapan sarana dan prasarana di gedung terminal turut disorot.

“Kita selalu sampaikan hal ini, kemarin rapat terakhir kita sampaikan juga koreksinya. Harus lebih atensi tahun ini,” tutupnya. (zar/lim)

Editor : Indra Zakaria
#Pelabuhan Malundung #tarakan