Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Jelang Idulfitri, Harga Kebutuhan di Tarakan Mulai Naik

Radar Tarakan • Sabtu, 6 April 2024 - 17:30 WIB
Sejumlah kebutuhan pokok harganya naik.
Sejumlah kebutuhan pokok harganya naik.

Meski beberapa Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan telah memastikan harga dan ketersediaan kebutuhan pokok pada kondisi normal, nyatanya masyarakat mengaku terjadj lonjakan harga di pasar tradisional. Seperti harga telur dan daging ayam lokal yang dianggap belum normal.

Anggota Komisi II DPRD Tarakan, Sofyan Udin Hianggio meminta ke Pemkot dalam hal ini Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan Perdagangan (DKUMP) Tarakan wajib memastikan stok kebutuhan pokok terutama sembako menjelang Idulfitri. Dijelaskannya, pemantauan tidak cukup untuk meminimalisir dan mengontrol kenaikan harga bahan pokok.

"Kebutuhan pokok menjelang Lebaran ini masih ditemukan adanya harga komoditi yang naik, meski tidak separah tahun sebelumnya. Sebenarnya dalam hal ini pemantauan saja tidak lah cukup tanpa adanya membangun komunikasi dengan produsen kebutuhan untuk memastikan jumlah suplai masuk. Jangan sampai harga daging ayam, sapi maupun bahan pokok yang biasa dikonsumsi ada kenaikan terlampau jauh,” ujarnya.

Dijelaskannya, beberapa waktu lalu pihaknya juga sempat memanggil DKUMP dalam agenda rapat dengar pendapat (RDP). Pihaknha menyampaikan momentum hari besar harus mendapat perhatian khusus mengingat di momen itulah terdampak oknum nakal yang kerap memanfaatkan kebutuhan masyarakat untuk keuntungan besar.

“Kita belajar tahun-tahun sebelumnya bagaimana mencegah kebutuhan pokok ini tidak mengalami kenaikan yang tidak wajar. Makanya diperlukan pemantauan dan koordinasi kepada produsen. Paling tidak kalau tidak bisa tetap tidak ada kenaikan yang di luar batas kewajaran,” tuturnya. 

Kendati demikian, pihaknya mengapresiasi upaya pemerintah menekan harga dengan menggelar operasi pasar. Pihaknya sangat memahami bagaimana kondisi masyarakat dalam momen tertentu. Sehingga dengan upaya seperti itu dapat meminimalisir meroketnya daging dan ayam menjelang Idulfitri.

“Beberapa tahun lalu kan pernah kejadian harga ayam hampir Rp 100 ribu, daging sapi juga malah sekali. Itu yang kita khawatirkan. Tapi langka ini sudah baik dan kalau bisa kebutuhan lain juga disuplai jauh-jauh hari. Kalau kebutuhan aman masyarakat juga bisa berbelanja memenuhi semua kebutuhannya. Apalagi saat ini terjadi penurunan nilai rupiah yang membuat memang adanya kenaikan pada kebutuhan,” pungkasnya. (zac/lim)

 

 
Editor : Indra Zakaria
#tarakan