Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Harga Beras SPHP di Tarakan Mengalami Kenaikan

Radar Tarakan • 2024-05-09 15:45:00
HARGA NAIK: Beras SPHP yang dijual di koperasi Bulog Tarakan mengalami kenaikan setelah ditetapkan oleh pemerintah pusat. FOTO: ELIAZAR/RADAR TARAKAN
HARGA NAIK: Beras SPHP yang dijual di koperasi Bulog Tarakan mengalami kenaikan setelah ditetapkan oleh pemerintah pusat. FOTO: ELIAZAR/RADAR TARAKAN

 

 Pemerintah melalui Perum Bulog resmi menaikan harga eceren yertinggi (HET) beras Bulog dengan label stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) menjadi Rp 13.100 per kilogram. Kenaikan itu menyusul adanya surat dari Badan Pangan Nasional Nomor 142/TS/02.02/K/4/2024 tanggal 29 April 2024 Tentang Penugasan SPHP Beras tahun 2024. Adapun kebijakan itu berlaku mulai 1 Mei 2024.

Sebelumnya HET beras SPHP adalah Rp 10.900 per kilogram. Kepala Bulog Tarakan, Sri Budi Prasetyo mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan perintah dari Perum Bulog terkait kenaikan beras SPHP sejak 1 Mei. 

"Yang awalnya di gudang bulog itu Rp 10.250 per kilogram, sekarang menjadi Rp 11.300 per kilogram tapi itu di gudang Bulog," katanya.

Diakui Budi, kenaikan beras SPHP merupakan upaya dari pemerintah untuk merelaksasi harga beras. Termasuk harga beras SPHP yang mengalami kenaikan. Ia memastikan apabila masyarakat ingin mengambil beras SPHP di gudang bulog maka bisa mendapatkan harga Rp 11.300 per kilogram. Namun apabila sudah dijual di lapangan, maka HET beras SPHP yaitu Rp 13.100 per kilogram. "Kalau ada menjual melebihi HET maka akan kita tegur," ucapnya. 

Saat ini pihaknya masih melayani penjualan beras SPHP di koperasi Bulog Tarakan, dengan harga Rp 12.000 per kilogram. Pihaknya menjual dengan harga Rp 12.500 per kilogram lantaran ada biaya angkut dan yang menanggung adalah koperasi.

Meski ada kenaikan, namun pihaknya mendapati masih banyak masyarakat yang membeli beras SPHP milik Bulog. Ada juga masyarakat yang mengeluhkan kenaikan beras SPHP.

"Kami tidak bisa menyalahkan siapa pun. Artinya adanya kenaikan ini karena ketentuan dari pemerintah. Apalagi biaya produksi beras juga meningkat, makanya ada relaksasi Harga beras," tutur Budi.

 

Terlepas dari kenaikan harga beras SPHP, Budi menegaskan bahwa stok beras yang di gudang bulog saat ini masih cukup. Apalagi setelah lebaran, pihaknya sudah kedatangan beras sebanyak 250 ton.

"Jadi tiap minggu itu ada 250 ton yang datang. Jadi stok saat ini, masih ada 650 ton. Kalau saya mengasumsikan untuk dua bulan kedepan masih aman," terangnya. (zar/lim)

Editor : Indra Zakaria