Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pengerjaan Turap SKM Diklaim Tak Ganggu Kelancaran Lalu Lintas, Posisi Masjid Bakal Berpindah

Denny Saputra • Kamis, 23 Mei 2024 - 21:30 WIB
DILANJUTKAN: Pemkot akan kembali mengerjakan pembangunan turap di Jalan Dr Soetomo, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Senin (20/5).
DILANJUTKAN: Pemkot akan kembali mengerjakan pembangunan turap di Jalan Dr Soetomo, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Senin (20/5).

Prokal.co - Pemkot Samarinda kembali melanjutkan pembangunan turap Sungai Karang Mumus (SKM) di Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu. Anggaran Rp 8 miliar telah dialokasikan untuk membangun turap sepanjang 80 meter, menghubungkan turap yang dibangun tahun lalu di sisi Jalan Dr Soetomo menuju konstruksi turap yang dibangun Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Penurapan Kelurahan Sidodadi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda Dedy Sumbawardana menuturkan, penandatanganan kontrak dengan pihak ketiga sudah dilakukan awal Mei lalu. Saat ini, progres masih tahap persiapan.

"Konstruksinya sama dengan pekerjaan sebelumnya karena lanjutan. Turap akan menggunakan sheet pile beton dengan panjang 15 meter,” ucapnya, Senin (20/5). 

Untuk tahap awal, pemesanan bahan sheet pile beton dan pipa angkur baja telah dilakukan. Seiring dengan pemesanan bahan, relokasi Masjid Al Khair akan dilaksanakan. Lahan bekas masjid akan difungsikan untuk bangunan pengendali banjir berupa kolam isap dan rumah pompa. “Pembangunan Masjid Al Khair yang baru akan dilaksanakan PUPR bidang cipta karya,” sebutnya.

Sejauh ini belum ada kendala terkait pembangunan turap. Masyarakat sekitar dan pengurus Masjid Al Khair sepakat mendukung kegiatan pemerintah kota untuk kepentingan bersama dalam rangka penanggulangan banjir di kawasan Jalan Dr Soetomo.

“Pekerjaan pemancangan dilaksanakan sekitar awal Juli,” terangnya.

Terkait lalu lintas di kawasan tersebut akan tetap seperti biasa, dan tidak ada rencana penutupan jalan. Karena pekerjaan akan dilaksanakan di dalam area bekas masjid.

“Mobilisasi alat dan bahan akan diupayakan semaksimal mungkin agar tidak mengganggu lalu lintas dan aktivitas masyarakat,” tambahnya.

Pembangunan turap ditargetkan selesai dalam delapan bulan, yaitu di awal Desember. Semoga pekerjaan berjalan sesuai rencana, sehingga bisa menjadi bangunan pengendali banjir di kawasan tersebut,” pungkasnya. (dra/k8/jnr)

Editor : Indra Zakaria