Pemkab Bulungan gelar rakat koordinasi (rakor) penataan Tanjung Selor. Rakor ini dilakukan untuk menyusun langkah strategis dalam menata wilayah Bumi Tenguyun.
Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan bahwa sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dan sosial, Tanjung Selor menghadapi berbagai tantangan.
Infrastruktur, tata ruang, transportasi, maupun pengelolaan lingkungan. Oleh karena itu, rakor ini merupakan langkah penting dalam menyusun strategi penataan kota yang terpadu, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan. "Penataan kota tidak hanya berfokus pada aspek fisik seperti pembangunan jalan, trotoar, dan fasilitas umum, tetapi juga pada penguatan karakter kota sebagai ruang yang nyaman, aman dan inklusif bagi masyarakat," kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Kamis (2/1).
Hal ini menuntut adanya sinergi dan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku usaha hingga masyarakat.
"Sebagai bagian dari agenda strategis Bulungan, saya ingin menekankan beberapa poin penting yang menjadi perhatian bersama," ungkapnya. Pertama, pengelolaan tata ruang. Dimana optimalisasi pemanfaatan ruang harus dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, pertumbuhan ekonomi serta kelestarian lingkungan.
"Kedua, pengembangan Infrastruktur berkelanjutan. Yaitu, percepatan pembangunan infrastruktur perlu memperhatikan aspek ramah lingkungan dan berorientasi pada kenyamanan masyarakat," bebernya.
Ketiga, pengelolaan lingkungan hidup. Dimana penataan kota harus mampu menjawab isu lingkungan seperti pengelolaan sampah, kualitas udara dan penghijauan. Keempat, peningkatan pelayanan publik. Penataan kota harus sejalan dengan peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan publik yang berkualitas.
"Saya berharap rakor ini menjadi forum untuk menyamakan persepsi, merumuskan langkah-langkah konkret, dan menyusun solusi yang inovatif serta aplikatif demi mewujudkan Tanjung Selor sebagai kota yang nyaman dihuni, produktif dan menjadi kebanggaan kita bersama," pungkasnya. (jai/har)
Editor : Indra Zakaria