Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Sambar Tangan Petani Rumput Laut, Teror Buaya 'Si Bolang' Kembali Menghantui Nunukan Selatan

Redaksi Prokal • Rabu, 25 Maret 2026 - 18:20 WIB

ilustrasi buaya
ilustrasi buaya

NUNUKAN – Rasa was-was kembali menyelimuti warga pesisir di Kelurahan Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan. Ancaman predator air kembali memakan korban setelah seorang warga bernama Ismail (45) menjadi target keganasan buaya saat sedang beraktivitas di tepian Sungai Mamolo pada Minggu (22/3) pagi.

Insiden mencekam tersebut bermula sekitar pukul 10.00 WITA, ketika korban tengah sibuk membersihkan tali rumput laut miliknya di pinggir sungai. Tanpa disadari, seekor buaya yang oleh warga setempat kerap dijuluki "Si Bolang" tampak mengintai dan bergerak mendekati posisi Ismail. Beruntung, seorang saksi mata bernama Maslan menyadari pergerakan predator tersebut dan berteriak memperingatkan korban.

Kasi Humas Polres Nunukan, Ipda Sunarwan, menjelaskan bahwa sesaat setelah mendengar peringatan saksi, korban bergegas mencoba naik ke daratan. Namun sayangnya, pergerakan buaya tersebut jauh lebih cepat.

"Ketika korban akan naik ke darat, tiba-tiba buaya tersebut menyambar bagian tangan sebelah kirinya. Beruntung saksi lain, Jamaluddin, segera datang menolong dengan memukul buaya tersebut menggunakan kayu hingga gigitannya terlepas," ungkap Ipda Sunarwan, Senin (23/3).

Meski berhasil lolos dari maut, Ismail mengalami luka robek yang cukup parah akibat gigitan kuat predator tersebut. Dalam kondisi bersimbah darah, pihak keluarga dan warga sekitar sempat membalut luka korban menggunakan kain sarung seadanya sebelum melarikannya ke Puskesmas Sedadap menggunakan sepeda motor.

Lantaran luka yang diderita cukup serius, pihak puskesmas kemudian merujuk Ismail ke RSUD Nunukan untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut dan jahitan pada luka gigitannya.

Kejadian ini kembali menjadi peringatan keras bagi masyarakat pesisir di Nunukan Selatan agar lebih waspada saat beraktivitas di area sungai, terutama di wilayah yang diketahui menjadi habitat buaya. Aparat kepolisian mengimbau warga untuk tidak beraktivitas sendirian di area rawan guna menghindari jatuhnya korban jiwa di masa mendatang. (*)

Editor : Indra Zakaria