Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Krayan Selatan Terisolasi Lumpur: Stok BBM dan Sembako Menipis Akibat Jalan Bubur

Redaksi Prokal • Senin, 30 Maret 2026 - 18:40 WIB

RUSAK : Kondisi jalan penghubung antar kecamatan di Krayan Selatan rusak parah hingga sulit dilalui.
RUSAK : Kondisi jalan penghubung antar kecamatan di Krayan Selatan rusak parah hingga sulit dilalui.

NUNUKAN – Jalur urat nadi yang menghubungkan antar-kecamatan di wilayah Krayan, Nunukan, kini tengah berada dalam kondisi kritis. Meski cuaca di perbatasan Kalimantan Utara ini dilaporkan kering dalam lima hari terakhir, ruas jalan utama masih menyerupai kubangan lumpur yang nyaris mustahil untuk ditaklukkan. Kondisi ini memicu dampak berantai yang mencekik distribusi kebutuhan pokok serta pasokan energi bagi ribuan warga di pelosok.

Camat Krayan Selatan, Oktavianus Ramli, mengungkapkan bahwa keterbatasan mobilitas ini telah membuat stok sembilan bahan pokok (sembako) dan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayahnya berada pada titik minimum. Kendaraan pengangkut logistik enggan mengambil risiko melintasi jalur yang rusak parah, sehingga hanya segelintir mobil spesialis medan berat yang mampu menembus isolasi tersebut, itu pun dengan muatan yang sangat terbatas.

Dampak yang paling dirasakan saat ini adalah ketersediaan bahan bakar. Pasokan BBM untuk operasional PLN dan kebutuhan masyarakat dilaporkan belum mencukupi. Pekan ini, pengiriman hanya mampu mencakup masing-masing satu ton Pertalite dan Solar, jumlah yang jauh dari kata ideal untuk memenuhi aktivitas harian warga.

"Jarak yang seharusnya hanya memakan waktu 2 hingga 3 jam, kini bisa menghabiskan waktu berhari-hari akibat badan jalan yang hancur hingga 80 persen di wilayah Krayan Barat," jelas Oktavianus pada Minggu (29/3).

Kerusakan paling parah terkonsentrasi pada titik sepanjang 300 meter yang kini menjadi penghambat utama arus logistik. Melihat kondisi yang berulang ini, pemerintah kecamatan mendesak adanya langkah konkret berupa peningkatan kualitas jalan dengan penimbunan material batu secara permanen, bukan sekadar perbaikan darurat. Pengalaman di beberapa titik tahun lalu membuktikan bahwa penggunaan material batu jauh lebih tahan banting menghadapi cuaca ekstrem di pegunungan Krayan.

Selama penanganan permanen belum terealisasi, warga Krayan Selatan terpaksa terus bertahan di tengah keterbatasan. Harapan kini tertumpu pada percepatan perbaikan infrastruktur dari pemerintah daerah agar harga kebutuhan pokok tidak melambung tinggi dan pasokan energi listrik bagi masyarakat tetap terjaga di wilayah beranda terdepan Indonesia ini. (*)

Editor : Indra Zakaria