Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kelakuannya Makin Meresahkan, Remaja Nakal di Banjarmasin akan Dikirim ke Barak Militer

Redaksi Prokal • Minggu, 10 Mei 2026 | 07:47 WIB
Sejumlah remaja diamankan aparat gabungan di Polresta Banjarmasin setelah video mereka konvoi membawa senjata tajam viral di media sosial.
Sejumlah remaja diamankan aparat gabungan di Polresta Banjarmasin setelah video mereka konvoi membawa senjata tajam viral di media sosial.
  

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin mulai mengambil langkah tegas dalam menyikapi fenomena kenakalan remaja yang kian meresahkan di wilayah berjuluk Kota Seribu Sungai tersebut. Aksi sekelompok anak muda yang kerap keluyuran tengah malam, balapan liar, hingga konvoi viral dengan membawa senjata tajam kini tidak lagi dianggap sebagai gangguan ketertiban biasa. Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, memberikan sinyal kuat untuk mengadopsi kebijakan pembinaan karakter berbasis kedisiplinan militer guna meredam perilaku menyimpang tersebut.

Keprihatinan orang nomor satu di Banjarmasin ini memuncak setelah melihat perilaku sebagian remaja yang mulai mengarah pada tindakan kriminal berbahaya dan sangat mengganggu ketertiban umum. Sebagai solusi konkret, Muhammad Yamin HR berencana menjalin koordinasi intensif dengan pihak TNI dan Polri untuk merumuskan program pendidikan kedisiplinan khusus. Rencananya, para remaja yang terjaring dalam aksi kenakalan tersebut akan dikirim ke lingkungan Resimen Induk Kodam (Rindam) untuk menjalani pembinaan fisik dan mental di barak militer.

Wali Kota menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk adaptasi dari program serupa yang pernah diterapkan oleh tokoh nasional Dedi Mulyadi saat memimpin di Jawa Barat. Ia menegaskan bahwa pengiriman remaja ke Rindam bukanlah semata-mata bentuk hukuman atau pemidanaan, melainkan sebuah upaya sistematis untuk membentuk ulang karakter, menanamkan rasa tanggung jawab, serta mendisiplinkan generasi muda yang telah kehilangan arah.

Dalam keterangannya pada Jumat sore, 8 Mei 2026, Yamin merujuk pada kasus delapan remaja yang baru-baru ini viral setelah diamankan pihak kepolisian akibat aksi konvoi bersenjata tajam. Ia menekankan bahwa anak-anak muda ini merupakan aset masa depan daerah yang tidak boleh dibiarkan menyia-nyiakan masa mudanya dengan tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Melalui pembinaan ala militer ini, diharapkan mereka dapat kembali ke masyarakat dengan integritas dan kedewasaan yang lebih baik.

Pihak Pemko Banjarmasin percaya bahwa pendekatan persuasif saja tidak lagi cukup untuk menangani eskalasi kenakalan remaja saat ini. Dengan melibatkan instruktur dari unsur TNI/Polri, pemerintah berharap dapat memberikan efek jera sekaligus pembekalan wawasan kebangsaan agar para remaja tersebut sadar akan peran penting mereka sebagai calon penerus kepemimpinan di Kota Banjarmasin. (*)

Editor : Indra Zakaria
#nakal #banjarmasin