Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Petani Balangan Menjerit: Kebun Cabai Membusuk dan Sadapan Karet Lumpuh Total Akibat Cuaca Ekstrem

Redaksi Prokal • Rabu, 20 Mei 2026 | 09:30 WIB
TERGENANG AIR: Pusat Kota Barabai, Kabupaten HST terendam banjir akibat meluapnya sungai di Kecamatan Barabai, Senin (18/5/2026).(Foto: Jamaluddin/Radar Banjarmasin)
TERGENANG AIR: Pusat Kota Barabai, Kabupaten HST terendam banjir akibat meluapnya sungai di Kecamatan Barabai, Senin (18/5/2026).(Foto: Jamaluddin/Radar Banjarmasin)

BALANGAN — Hantaman bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Kalimantan Selatan tidak hanya merendam pemukiman, tetapi juga mulai melumpuhkan urat nadi sektor agraris di Kabupaten Balangan. Di Kecamatan Awayan, tingginya curah hujan yang terjadi selama beberapa hari terakhir membuat hamparan kebun hortikultura milik warga terendam genangan air, mengubah area pertanian menjadi area berlumpur dengan struktur tanah yang sangat lembek.

Kondisi ini menjadi mimpi buruk bagi para petani sayur. Komoditas sensitif bernilai tinggi seperti cabai dan terong dilaporkan mulai menunjukkan gejala layu massal. Batang-batang tanaman yang siap panen banyak yang rebah ke tanah, sementara bagian akar mulai membusuk akibat terendam air terlalu lama.

"Kondisi tanaman setelah diguyur hujan deras ada yang mulai layu, dan beberapa batang cabai terlihat rebah karena tanah terlalu lembek. Yang paling kami khawatirkan saat ini adalah pembusukan akar dan serangan jamur," keluh Khairullah, salah seorang petani setempat.

Ancaman gagal panen total kini nyata di depan mata. Buruknya sistem drainase di lahan pertanian memperparah keadaan, memicu risiko ledakan hama jamur yang dapat merusak kualitas buah secara drastis.

Tidak hanya petani sayur, cuaca buruk ini juga melumpuhkan aktivitas ekonomi para petani karet di Awayan. Aktivitas menyadap terpaksa dihentikan total karena batang pohon karet yang basah kuyup membuat getah tidak dapat mengalir dengan maksimal ke wadah penampungan. Akibatnya, pendapatan harian warga yang bergantung pada hasil kebun karet merosot tajam.

Sadar akan keterbatasan modal untuk memulihkan lahan secara mandiri, para petani di Kabupaten Balangan kini menaruh harapan besar pada uluran tangan pemerintah daerah. Mereka sangat berharap Dinas Pertanian setempat segera turun tangan memberikan intervensi nyata, mulai dari bantuan obat-obatan pertanian (fungisida), pendampingan teknis untuk menyelamatkan lahan yang kritis, hingga stimulan bantuan bibit gratis jika mereka benar-benar harus menghadapi gagal panen total.  (*)

Editor : Indra Zakaria
#kalsel