TANAH BUMBU – Operasi pencarian besar-besaran terhadap seorang remaja yang dilaporkan hilang akibat diterkam buaya di aliran sungai Desa Karang Bintang, Kecamatan Karang Bintang, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan menemukan korban dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Korban yang diketahui berinisial AR (15) sebelumnya dilaporkan hilang secara misterius pada Minggu (12/7) malam sekitar pukul 20.00 WITA akibat serangan predator air tersebut. Setelah menerima laporan, Unit Siaga SAR Batulicin langsung mengerahkan tim rescue ke lokasi kejadian untuk melakukan penyisiran intensif.
Memasuki hari kedua pencarian pada Senin (13/7), Tim SAR Gabungan harus berkejaran dengan waktu sekaligus melawan derasnya arus sungai yang menjadi habitat buaya tersebut. Setelah menyisir sepanjang bantaran sungai, jasad korban akhirnya berhasil divisualisasikan dan dievakuasi pada siang hari.
“Korban berhasil ditemukan pada hari kedua operasi pencarian dalam keadaan meninggal dunia. Selanjutnya korban telah dievakuasi ke Puskesmas Karang Bintang untuk proses penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup,” ujar SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana.
Ditemukan Jauh Terseret Arus Sungai yang Deras
Jasad remaja malang tersebut ditemukan mengambang pada pukul 12.35 WITA. Lokasi penemuan korban berada cukup jauh, yakni sekitar 7,5 kilometer dari titik awal tempat dirinya pertama kali diterkam oleh buaya.
Kondisi arus sungai yang sangat deras menjadi kendala utama yang dihadapi oleh tim di lapangan selama proses pencarian berlangsung, meskipun cuaca di sekitar lokasi terpantau cerah.
Operasi kemanusiaan ini melibatkan puluhan personel gabungan mulai dari Unit Siaga SAR Batulicin, Satpol PP, Damkar Simpang Empat, BPBD Tanah Bumbu, Jhonlin Rescue, unsur TNI/Polri, hingga masyarakat setempat yang bahu-membahu menyisir sungai menggunakan rubber boat.
Keberhasilan penemuan korban ini langsung diikuti dengan proses debriefing penutupan operasi SAR. Mewakili seluruh instansi yang terlibat, I Putu Sudayana menyampaikan rasa duka cita mendalam sekaligus memberikan peringatan keras kepada warga sekitar agar lebih berhati-hati saat mendekati area sungai.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan, aparat, relawan, dan masyarakat yang telah bekerja sama dengan baik selama operasi berlangsung. Kami juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sungai, terutama di wilayah yang diketahui menjadi habitat buaya, serta menghindari aktivitas yang berisiko tanpa memperhatikan faktor keselamatan,” pungkasnya. (*)
Editor : Indra Zakaria