NUNUKAN – Harapan besar tengah digantungkan warga perbatasan di dataran tinggi Krayan kepada pemerintah pusat. Akibat kerusakan parah yang memutus akses utama, Pemerintah Kecamatan Krayan Tengah resmi melayangkan surat permohonan kepada Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Utara agar segera melakukan perbaikan pada ruas jalan dan jembatan yang menghubungkan wilayah tersebut.
Camat Krayan Tengah, Marjuni, mengungkapkan bahwa langkah bersurat ini diambil sebagai respons atas kondisi jalan Nasional ruas Ba'Liku, Krayan Tengah menuju Long Umung, Krayan Timur yang kian memprihatinkan. Kerusakan masif ini merupakan dampak langsung dari tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Krayan secara terus-menerus sejak Januari hingga Maret 2026.
Kondisi di lapangan saat ini sangat membatasi mobilitas warga. Ruas jalan nasional tersebut dilaporkan hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua, sementara kendaraan roda empat sama sekali tidak dapat melintas. Hal ini disebabkan oleh adanya empat titik jembatan log kayu yang kondisinya sudah rapuh serta diperparah dengan titik-titik longsor yang menutup sebagian badan jalan.
Dalam keterangannya pada Rabu (1/4), Marjuni menegaskan bahwa jalur ini bukan sekadar jalan penghubung biasa, melainkan urat nadi bagi aktivitas sosial dan pendidikan. Akses tersebut merupakan rute utama bagi masyarakat antar kecamatan dan jalur krusial bagi para siswa yang harus menempuh pendidikan di SMAN dan SMKN Krayan di Long Bawan. Tanpa perbaikan segera, masa depan aksesibilitas dan pendidikan anak-anak di perbatasan ini terancam terganggu.
Sejauh ini, berbagai upaya koordinasi telah dilakukan oleh pemerintah kecamatan, mulai dari mengusulkan perbaikan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara hingga ke tingkat pemerintah pusat sesuai dengan kewenangannya. Fokus utama yang diusulkan mencakup peningkatan Jalan Lingkar Krayan Binuang, ruas Krayan Tengah hingga Long Layu, serta perbaikan jembatan pada jalur Nasional yang menghubungkan Malinau, Semamu, Binuang, hingga Long Umung.
Masyarakat kini hanya bisa menunggu respons cepat dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui BPJN Kaltara. Besar harapan mereka agar peningkatan infrastruktur ini segera direalisasikan demi menjamin kelancaran distribusi logistik dan aktivitas harian di beranda depan Indonesia tersebut. (*)
Editor : Indra Zakaria