TANJUNG SELOR – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhajum) Kalimantan Utara memberikan perhatian ekstra terhadap kondisi kesehatan calon jemaah haji tahun ini. Berdasarkan data terbaru, tercatat sebanyak 50 persen dari total jemaah asal Kaltara masuk dalam kategori risiko tinggi (risti).
Kepala Kanwil Kemenhajum Kaltara, H. Muhammad Saleh, menegaskan bahwa faktor kesehatan merupakan prioritas mutlak yang harus dijaga setiap tahunnya, terutama dengan tingginya persentase jemaah risti tersebut. “Hampir 50 persen jemaah kita tergolong risiko tinggi, sehingga aspek kesehatan memang memerlukan perhatian khusus,” ujar Saleh pada Minggu (12/4).
Sebagai langkah antisipasi, pihak Kanwil terus memperkuat koordinasi dengan dinas kesehatan di seluruh kabupaten/kota. Pemantauan intensif dilakukan untuk memastikan kondisi fisik jemaah tetap stabil dan memenuhi syarat istitha'ah kesehatan hingga hari keberangkatan.
Mengingat kondisi tersebut, Saleh memberikan imbauan tegas kepada para jemaah dan pihak keluarga untuk mulai membatasi aktivitas fisik yang berat. Termasuk di antaranya adalah pelaksanaan tradisi walimatus safar atau acara syukuran keberangkatan yang biasanya melibatkan interaksi massa dan menguras energi.
“Kami minta kegiatan keluarga dibatasi. Idealnya, satu minggu sebelum keberangkatan sudah tidak ada lagi kegiatan agar kesehatan jemaah tetap terjaga,” tegasnya. Di luar aspek kesehatan, Saleh memastikan bahwa seluruh persiapan teknis untuk pemberangkatan jemaah haji Kaltara berjalan sesuai rencana. Hingga saat ini, progres persiapan dilaporkan telah mencapai angka 95 persen.
"Untuk persiapan keberangkatan sudah sekitar 95 persen. Saat ini tinggal menunggu jadwal pemberangkatan," ungkap Saleh.
Ia juga menambahkan bahwa sejauh ini tidak ada perubahan jadwal keberangkatan. Para jemaah diharapkan tetap fokus menjaga kondisi fisik dan pola makan agar dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji di tanah suci dengan lancar tanpa kendala kesehatan yang berarti. (*)
Editor : Indra Zakaria