Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Industri dan Tani Lesu, Sektor Tambang Pasang Badan Jadi Penyelamat Ekspor Kaltara

Redaksi Prokal • Senin, 8 Juni 2026 | 12:49 WIB
Ilustrasi tambang
Ilustrasi tambang

PROKAL.CO- Roda perdagangan luar negeri Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) harus menghadapi jalan terjal pada awal tahun ini. Kinerja ekspor Bumi Benuanta sepanjang periode Januari hingga April 2026 dilaporkan mengalami perlambatan akibat terpukulnya sektor industri dan pertanian. Beruntung, Kaltara tidak sampai jatuh terperosok berkat kokohnya sektor pertambangan yang tetap konsisten menjadi pahlawan dan tulang punggung utama dalam menopang pundi-pundi devisa daerah di tengah melemahnya sektor-sektor andalan lain.

Berdasarkan catatan dari otoritas statistik, akumulasi nilai ekspor Kaltara selama empat bulan pertama di tahun ini hanya mampu menyentuh angka USD 434,39 juta. Nilai tersebut mengalami koreksi atau menyusut sebesar 3,34 persen jika disandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu yang sempat bertengger di angka USD 451,91 juta. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara, Mustaqim, mengungkapkan bahwa penurunan performa perdagangan ini dipicu oleh lesunya pergerakan ekspor komoditas nonmigas yang merosot hingga 4,40 persen. "Penurunan ekspor Januari—April 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu terutama disebabkan menurunnya ekspor nonmigas dari USD 450,56 juta menjadi USD 430,73 juta," ujar Mustaqim saat memaparkan rincian raport perdagangan tersebut.

Lebih dalam lagi, Mustaqim membeberkan bahwa biang kerok utama dari penurunan ini adalah melemahnya permintaan luar negeri terhadap hasil industri pengolahan Kaltara yang anjlok belasan persen, ditambah lagi dengan sektor pertanian yang harus rela tiarap setelah terperosok sangat dalam hingga 42,82 persen. Di tengah situasi muram tersebut, sektor minyak dan gas (migas) sebenarnya sempat unjuk gigi dengan mencatatkan lonjakan pertumbuhan yang sangat fantastis di atas seratus persen. "Di sisi lain, ekspor migas menunjukkan pertumbuhan signifikan meningkat 170,13 persen menjadi USD 3,66 juta. Namun kontribusi sektor migas terhadap total ekspor masih relatif kecil, hanya sekitar 0,84 persen," sebut Mustaqim yang menegaskan bahwa kilau migas belum cukup kuat untuk mengompensasi hilangnya potensi di sektor lain.

Kendati ekspor secara total melambat akibat rapor merah sektor industri dan tani, perut bumi Kaltara untungnya masih menyimpan berkah besar. Sektor pertambangan, khususnya batu bara, terbukti kokoh berdiri menjadi penyelamat muka perdagangan Kaltara dengan menyumbang angka penjualan sebesar USD 299,07 juta. Angka ini setara dengan menguasai 68,85 persen dari total seluruh kue ekspor daerah. Menariknya lagi, data BPS juga merekam fenomena unik di mana sebagian komoditas asli tangkapan dan kerukan dari bumi Kaltara ternyata justru diekspor ke luar negeri melalui pelabuhan-pelabuhan di provinsi tetangga dengan nilai menembus USD 49,40 juta. "Jawa Timur menjadi pintu ekspor terbesar komoditas Kaltara dengan nilai USD 45,93 juta, disusul Sulawesi Selatan USD 2,75 juta dan DKI Jakarta sebesar USD 0,68 juta," pungkas Mustaqim yang sekaligus mengisyaratkan perlunya penguatan infrastruktur pelabuhan lokal di masa depan agar potensi pajak dan retribusi ekspor tidak mengalir ke daerah lain. (*)

Editor : Indra Zakaria
#kaltara