Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Tabrakan Maut Dua Aerox Modifikasi di Tarakan, Polisi Selidiki Dugaan Balap Liar

Redaksi Prokal • Selasa, 14 Juli 2026 | 12:45 WIB
Personel Satlantas Tarakan melakukan olah TKP di lokasi kecelakaan yang menyebabkan dua pengendara motor tewas. ISTIMEWA
Personel Satlantas Tarakan melakukan olah TKP di lokasi kecelakaan yang menyebabkan dua pengendara motor tewas. ISTIMEWA

 
TARAKAN – Jalan Sungai Maya RT 17, Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara mendadak mencekam setelah kecelakaan maut merenggut dua nyawa sekaligus pada Minggu (12/7) petang. Satlantas Polres Tarakan kini tengah bergerak cepat mendalami dugaan aksi balap liar yang memicu terjadinya benturan adu banteng antardua sepeda motor Yamaha Aerox tersebut.

Insiden tragis ini melibatkan dua pemuda asal Kelurahan Karang Harapan, yakni seorang pelajar berinisial A.F. (16) yang menunggangi Aerox bernomor polisi KU 354** GS, dan N.S.S. (19) yang mengendarai Aerox KU 50** GU. Benturan keras bagian depan kedua motor modifikasi itu membuat kondisi kendaraan rusak berat dan hancur di lokasi kejadian yang berada di kawasan belakang Polsek Tarakan Utara.

Kasat Lantas Polres Tarakan, Iptu Ardi Wisnu Pradana, membeberkan kronologi sementara dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP). Sebelum tabrakan mematikan terjadi, A.F. diketahui memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi dari arah Sungai Maya menuju RS Bhayangkara, hingga kemudian menghantam N.S.S. yang datang dari arah berlawanan.

"Informasi awal yang kami dapat, mereka balapan. Awalnya searah, kemudian salah satu sudah berputar untuk kembali lagi, lalu terjadi benturan depan dengan depan. Tempat kejadian itu memang dulu sering dipakai balapan," ungkap Iptu Ardi Wisnu Pradana.

Satu Tewas di Tempat, Motor Ternyata Hasil Pinjaman

Dahsyatnya hantaman membuat salah satu korban langsung mengembuskan napas terakhirnya di lokasi kejadian akibat menderita luka robek fatal di kepala serta patah tulang pada kedua kaki. Sementara itu, satu korban lainnya sempat dilarikan ke ruang penanganan medis RS Bhayangkara, namun nyawanya tetap tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia dua jam kemudian.

Fakta mengejutkan lain yang ditemukan polisi di lapangan adalah status kepemilikan armada yang digunakan. Kedua motor Yamaha Aerox yang sudah dalam kondisi dimodifikasi tersebut ternyata bukan milik pribadi para korban, melainkan kendaraan pinjaman dari rekan-rekan mereka.

Hingga saat ini, Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Tarakan telah memeriksa dua orang saksi kunci, termasuk pemilik asli kendaraan yang dipinjam oleh korban. Meski aroma balap liar tercium sangat kuat, polisi menegaskan belum mengendus adanya motif judi atau taruhan uang di balik aksi kebut-kebutan remaja tersebut.

Pihak kepolisian pun belum mengetok palu putusan terkait siapa yang memegang status tersangka tunggal dalam kasus ini. Polisi masih fokus mengawinkan data lapangan dengan keterangan para saksi yang diperiksa.  "Kasus ini masih kami dalami untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian sebelum menyimpulkan penyebab kecelakaan," tegas Ardi. (*)

Editor : Indra Zakaria
#tarakan