Cegah Gesekan Akibat Perburuan LGBT, Satpol PP Tarakan Intensifkan Patroli Malam!

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:15 WIB
Aksi Sweping kelompok LGBT khususnya “boti” oleh sekelompok pemuda di Kota Tarakan. TANGKAPAN LAYAR
Aksi Sweping kelompok LGBT khususnya “boti” oleh sekelompok pemuda di Kota Tarakan. TANGKAPAN LAYAR

 
TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan bergerak cepat mengantisipasi potensi konflik di masyarakat menyusul maraknya isu ajakan perburuan kelompok LGBT di media sosial. Melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (PMK) Tarakan, pengawasan serta patroli malam kini makin diperketat di berbagai titik rawan.

Langkah preventif ini diambil bukan untuk menghakimi pihak tertentu, melainkan demi menjaga ketertiban umum dan mencegah tindakan main hakim sendiri yang dapat memicu gesekan sosial.

Kepala Satpol PP dan PMK Kota Tarakan, Sofyan, menegaskan bahwa jajarannya mengedepankan pendekatan persuasif dalam mengawal kondusivitas wilayah Kota Tarakan.

"Yang pertama kita tetap melakukan patroli dan penertiban. Namun pendekatannya tetap persuasif. Kami akan memetakan lokasi-lokasi yang sering menjadi tempat berkumpul, kemudian memberikan imbauan agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Penanganan ini bukan hanya tugas Satpol PP, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh unsur pemerintah dan masyarakat," tegas Sofyan.

Ia menambahkan bahwa persoalan sosial ini memiliki dimensi yang kompleks, sehingga memerlukan keterlibatan lintas sektor mulai dari kepolisian, TNI, perangkat RT/kelurahan, hingga tokoh agama dan masyarakat. "Kalau berbicara penanganan, tentu banyak pihak yang harus masuk. Ada unsur pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, bahkan aspek sosial dan ekonomi juga menjadi bagian yang harus diperhatikan. Yang paling penting bagi kami adalah bagaimana menjaga kondusivitas agar tidak terjadi konflik di lapangan," kata Sofyan.

Patroli rutin yang digelar tiap malam ini juga akan responsif menindaklanjuti aduan warga. Setiap laporan aktivitas masyarakat yang berpotensi mengganggu ketenteraman akan diverifikasi secara teliti sebelum ditangani di lapangan.

"Patroli setiap malam tetap ada. Selain berpatroli, kami juga bergerak berdasarkan laporan masyarakat. Kalau ada aktivitas yang sampai tengah malam dan dinilai mengganggu ketenteraman warga, tentu akan kami datangi dan kami berikan imbauan," jelasnya.

Pemkot Tarakan meminta seluruh elemen masyarakat untuk tidak terprovokasi, menahan diri dari tindakan sepihak, dan menyerahkan setiap potensi pelanggaran hukum kepada aparat yang berwenang. "Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga situasi tetap kondusif dan menyerahkan penanganan setiap persoalan kepada aparat yang berwenang. Dengan kerja sama semua pihak, kami berharap keamanan dan ketertiban di Kota Tarakan tetap terjaga," pungkas Sofyan. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Boti lgbt