Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Teror ‘Rayap Besi’ di Kotawaringin Timur: Fasilitas Jembatan Raib Digondol Maling

Redaksi Prokal • Rabu, 15 April 2026 - 08:30 WIB
Pembatas jembatan keramat di Jalan Usman Harun, Kecamatan Baamang, hilang diduga dicuri oleh oknum warga. (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)
Pembatas jembatan keramat di Jalan Usman Harun, Kecamatan Baamang, hilang diduga dicuri oleh oknum warga. (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)

 

PROKAL.CO- Aksi pencurian yang menyasar fasilitas publik kini tengah menghantui warga Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur. Sejak Senin (13/4), besi pengaman jembatan di Jalan Usman Harun, wilayah Keramat, dilaporkan hilang secara misterius. Kejadian ini menambah daftar panjang kasus pencurian material besi yang kian nekat di wilayah tersebut, di mana pelaku bahkan berani membongkar besi yang sebelumnya telah terpasang kuat dengan sistem las.

Fenomena ini dengan cepat memicu keresahan publik hingga viral di media sosial. Masyarakat setempat memberikan julukan "rayap besi" kepada para pelaku karena aksi mereka yang terus-menerus menggerogoti fasilitas umum tanpa henti. Berdasarkan laporan di lapangan, aksi serupa ternyata tidak hanya terjadi di satu titik. Pembatas jembatan di kawasan Pasar Keramat juga mengalami nasib serupa dengan pola pencurian yang identik, yakni memotong bagian besi pengaman demi keuntungan pribadi.

Warga sangat menyayangkan tindakan oknum tidak bertanggung jawab tersebut. Alen, salah seorang warga Baamang, mengungkapkan kekecewaannya pada Selasa (14/4) mengingat fasilitas tersebut dibangun untuk kepentingan dan keamanan bersama, namun justru dirusak demi segelintir rupiah. Hilangnya besi pengaman ini tentu saja meningkatkan risiko bagi pengguna jalan, terutama saat melintasi jembatan pada malam hari.

Merespons teror "rayap besi" ini, masyarakat mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah konkret. Selain mengharapkan adanya perbaikan segera pada fasilitas yang telah rusak, warga juga menuntut peningkatan pengawasan di lokasi-lokasi yang dinilai rawan pencurian. Pengawasan yang lebih ketat, baik melalui patroli rutin maupun penegakan hukum, dinilai menjadi kunci utama agar infrastruktur publik tidak lagi menjadi sasaran empuk aksi kriminal yang merugikan orang banyak. (*)

Editor : Indra Zakaria
#kalteng