Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Ancaman Kemarau Ekstrem Mengintai Kotim, BPBD Minta Warga Setop Buka Lahan dengan Membakar

Indra Zakaria • Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:15 WIB
Kemarau di Sampit.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)
Kemarau di Sampit.(Miftah/kaltengpos.jawapos.com)

SAMPIT — Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kini dalam status siaga penuh untuk menghadapi musim kemarau tahun ini. Berdasarkan prediksi iklim, musim kering yang akan datang diperkirakan berlangsung cukup panjang dengan intensitas curah hujan yang sangat minim, sehingga memicu tingginya risiko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Merespons potensi ancaman tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim meminta seluruh lapisan masyarakat untuk memperketat kewaspadaan dari sekarang. Merujuk pada data yang diterima dari BMKG, periode antara Juli hingga September 2026 akan menjadi puncak waktu yang paling krusial karena curah hujan diproyeksikan berada jauh di bawah kondisi normal.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, membeberkan bahwa tanda-tanda kekeringan bahkan sudah mulai terlihat di sejumlah kawasan lapangan saat ini. Situasi tersebut otomatis membuat vegetasi atau tanaman menjadi sangat kering dan sangat rapuh, sehingga akan sangat mudah terbakar apabila terkena percikan api sekecil apa pun.

“Sekarang yang perlu dijaga adalah jangan sampai ada aktivitas manusia yang menjadi awal munculnya kebakaran. Lahan yang sudah kering akan lebih cepat terbakar dan sulit dikendalikan,” tegas Multazam saat memberikan imbauan resmi kepada warga.

Multazam juga menggarisbawahi bahwa kebiasaan buruk membuka lahan perkebunan atau pertanian dengan cara membakar masih menjadi ancaman utama yang wajib dicegah secara total. Selain itu, kelalaian kecil dalam aktivitas sehari-hari seperti membuang sisa pembakaran sampah rumah tangga atau membuang puntung rokok yang masih menyala secara sembarangan juga dapat menjadi pemantik bencana besar di tengah kondisi lingkungan yang gersang.

Sebagai langkah antisipasi nyata, BPBD Kotim bersama instansi terkait kini telah menaikkan status kesiapsiagaan operasional serta memperketat pemantauan di titik-titik kawasan yang dinilai paling rawan Karhutla. Kerja sama yang cepat dan tanggap dinilai menjadi kunci utama agar potensi api tidak meluas dan merugikan daerah.

“Jangan menunggu api membesar baru ditangani. Kalau ada tanda-tanda kebakaran, segera informasikan supaya bisa dilakukan penanganan lebih cepat,” pinta Multazam secara langsung kepada masyarakat.

Pihak otoritas mengingatkan bahwa penanganan bencana Karhutla tidak akan bisa berjalan maksimal jika hanya mengandalkan pergerakan dari pemerintah saja. Peran aktif dari warga di sekitar lokasi kejadian dalam memberikan laporan dini menjadi faktor yang teramat penting.

“Informasi dari masyarakat sangat membantu kami. Semakin cepat diketahui, semakin kecil kemungkinan api meluas dan mengganggu aktivitas warga,” pungkas Multazam seraya berharap Kotim bisa melewati musim kemarau tahun ini dengan aman dan bebas dari kabut asap. (*)

Editor : Indra Zakaria
#kotim #kemarau