PALANGKA RAYA — Masyarakat Kalimantan Tengah diminta untuk tidak terkecoh dengan status musim kemarau yang saat ini sedang berjalan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi merilis peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang dapat disertai petir, angin kencang, hingga ancaman bencana puting beliung yang mengintai sejumlah wilayah dalam beberapa hari ke depan.
Fenomena unik ini terjadi akibat adanya konvergensi atau pertemuan massa udara yang memicu perlambatan dan belokan angin di langit Kalimantan Tengah. Didukung oleh labilnya kondisi atmosfer serta tingkat kelembapan udara yang masih tinggi, proses pembentukan awan hujan justru menjadi sangat signifikan di tengah periode kering ini. Berdasarkan peta pemetaan BMKG, wilayah utara Kabupaten Kotawaringin Timur, Lamandau, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, duo Barito, hingga Kapuas menjadi zona merah yang paling rawan terdampak.
Pihak BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya menegaskan bahwa persepsi masyarakat mengenai kemarau yang selalu panas dan kering kerontang harus segera diluruskan agar tidak memicu kelengahan di lapangan.
“Musim kemarau tidak selalu identik dengan cuaca panas dan kering sepanjang waktu. Pada kondisi tertentu, hujan lokal dengan durasi singkat masih dapat terjadi akibat pengaruh dinamika atmosfer yang berkembang,” ujar perwakilan prakirawan BMKG dalam rilis resminya.
Dampak dari anomali cuaca ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Kemunculan hujan lebat mendadak yang disertai angin kencang berpotensi memicu banjir lokal, genangan air di pemukiman, pohon tumbang, hingga tanah longsor di area perbukitan. Oleh sebab itu, masyarakat yang sering beraktivitas di luar ruangan diimbau untuk menyusun langkah antisipasi sedini mungkin.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan informasi cuaca resmi dan menghindari aktivitas di ruang terbuka saat terjadi hujan lebat yang disertai petir maupun angin kencang guna mengurangi risiko bahaya yang dapat ditimbulkan,” tambah pihak BMKG memperingatkan.
Meskipun sempat ada jeda tanpa peringatan dini pada hari Jumat, potensi hantaman cuaca ekstrem diprediksi akan kembali memuncak pada hari Sabtu, terutama di wilayah Katingan, Gunung Mas, hingga ke hulu Barito. BMKG meminta warga untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca secara berkala mengingat perubahan kondisi atmosfer saat ini dapat terjadi secara mendadak dan sangat cepat. (*)
Editor : Indra Zakaria