PROKAL.CO- Aparat kepolisian bergerak cepat mengusut tuntas tragedi penyerangan mematikan yang menimpa jajaran Satresnarkoba Polres Katingan di Desa Tumbang Kalemei. Petugas gabungan bersenjata lengkap berhasil meringkus seorang pria bernama Saldy, yang diduga kuat terlibat langsung dalam aksi brutal yang merenggut nyawa Aipda Yudhie Perdana Putra.
Pelarian Saldy berakhir di sebuah lanting sedot emas di kawasan Desa Tumbang Pariyei, Kecamatan Katingan Tengah. Berdasarkan rekaman video penangkapan yang beredar luas, tersangka tidak berkutik saat dikepung oleh petugas setelah menjadi target perburuan utama sejak insiden berdarah itu pecah. Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono, membenarkan penangkapan tersebut dan menyatakan bahwa Saldy kini tengah diinterogasi secara intensif.
Tragedi ini bermula saat petugas melakukan operasi penangkapan bandar narkotika pada Kamis dini hari. Operasi tersebut mendadak berubah menjadi mencekam ketika petugas mendapat perlawanan sengit dari sekelompok orang bersenjata tajam. Situasi kian tak terkendali saat puluhan warga diduga ikut terprovokasi dan menyerang polisi menggunakan parang, balok kayu, hingga senjata api rakitan. Demi menyelamatkan diri dari kepungan massa, sejumlah personel terpaksa melompat dan berenang menyeberangi derasnya arus sungai.
Nahas, Aipda Yudhie Perdana Putra ditemukan dalam kondisi gugur akibat luka parah. Sementara itu, dua anggota polisi lainnya, yakni Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, hingga saat ini belum ditemukan dan masih dalam pencarian di sepanjang aliran sungai oleh tim gabungan bersama Basarnas.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa penangkapan Saldy barulah awal dari pengungkapan kasus. Kapolres memastikan tim gabungan masih terus melakukan penyisiran dan pengembangan di lapangan guna memburu pelaku-pelaku lain yang terlibat. Kasus ini menjadi prioritas utama Korps Bhayangkara demi memberikan keadilan bagi personel yang gugur dalam tugas pemberantasan narkotika tersebut. (*)
Editor : Indra Zakaria