Antrean BBM di Pangkalan Bun Makin Mengular, Warga Keluhkan Sulit Dapat Pertalite hingga Pertamax

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 11:22 WIB
Antrean di salah satu SPBU di Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Selasa 21 Juli 2026. (KOKO/RADAR SAMPIT)
Antrean di salah satu SPBU di Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Selasa 21 Juli 2026. (KOKO/RADAR SAMPIT)

 
PROKAL.CO- Fenomena antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, kian mengkhawatirkan dan dikeluhkan masyarakat. Meski pasokan bahan bakar minyak (BBM) diklaim dalam kondisi aman, warga justru mendapati pemandangan antrean yang terus memanjang hingga menyita waktu dan mengganggu aktivitas harian.

Kondisi kelangkaan dan antrean ini tidak hanya terjadi di pusat kota Pangkalan Bun, tetapi juga menjalar hingga ke wilayah Kecamatan Kotawaringin Lama. Demi mendapatkan giliran pengisian BBM, tak sedikit pengendara yang rela mengantre sejak malam hari. Sayangnya, ikhtiar tersebut kerap berujung sia-sia lantaran stok BBM di SPBU sudah lebih dahulu ludes sebelum giliran mereka tiba.

Situasi di lapangan kini kian meresahkan karena antrean tak lagi hanya didominasi oleh pembeli Pertalite, melainkan meluas ke produk nonsubsidi seperti Pertamax. Menipisnya stok di SPBU juga berdampak pada tingginya harga dan sulitnya mendapatkan Pertalite di tingkat pengecer atau eceran.

Warga setempat, seperti Edi dan Heru, mengungkapkan rasa frustrasinya atas kondisi yang sudah berlangsung hampir setiap hari ini. Waktu produktif yang seharusnya digunakan untuk bekerja justru terbuang berjam-jam di jalanan hanya demi mendapatkan bahan bakar. Mereka menyayangkan koordinasi pasokan yang kurang responsif ketika stok mendadak habis saat antrean sedang mengular.

Menanggapi keluhan masyarakat yang meluas, Supervisor Communication and Relation PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Gayuh Mustiko Jati, mengimbau warga untuk memberikan laporan yang spesifik. Ia meminta masyarakat menyertakan rincian lokasi SPBU, waktu kejadian, serta jenis BBM yang kendala agar tim Pertamina dapat segera turun ke lapangan untuk mengecek penyebab pasti antrean dan memastikan ketersediaan stok kembali normal. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
sampit