Kualitas Udara Palangka Raya Masuk Kategori Tidak Sehat, Pemprov Kalteng Ajukan Modifikasi Cuaca

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 09:00 WIB
Kabut asap semakin pekat. Aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut masih aman.(Rifqi/Kalteng Pos)
Kabut asap semakin pekat. Aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut masih aman.(Rifqi/Kalteng Pos)

 PROKAL.CO- Ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kian memprihatinkan di Kalimantan Tengah. Berdasarkan pemantauan terbaru, konsentrasi partikulat halus (PM2,5) di Kota Palangka Raya melonjak hingga mencapai 177 µg/m³ dan resmi masuk dalam kategori tidak sehat.

"Memburuknya kualitas udara di beberapa kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Tengah sudah barang tentu mempunyai dampak pada kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, dan individu yang kondisi kesehatannya rentan," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Tengah, Joni Harta.

Guna menekan sebaran titik api dan mengurangi kepungan kabut asap, Satgas Pengendali Karhutla bergerak cepat mengusulkan penanganan darurat dari udara. "Satgas Pengendali Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 telah bermohon kepada BNPB Pusat untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah yang rawan dan telah terjadi karhutla. Kemungkinan akan disetujui dan dilaksanakan dalam waktu dekat," jelas Joni.

Di tengah kondisi udara yang memburuk, aktivitas transportasi udara dilaporkan belum terganggu. Pihak pengelola bandara memastikan jarak pandang masih aman untuk jalur penerbangan.

"Sampai saat ini terkait karhutla belum memiliki dampak terhadap operasional penerbangan. Kemarin memang pada pagi hari kabut asap mulai terlihat, tetapi itu tidak memiliki dampak negatif terhadap operasional penerbangan. Berjalan dengan normal," tegas General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandar Udara Tjilik Riwut, I Made Dermawan.

Pihak bandara berjanji akan terus berkoordinasi ketat bersama AirNav Indonesia serta Satgas Karhutla untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan demi menjamin keselamatan penerbangan.(*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : Kalteng Pos
kalteng kabut asap