PROKAL.co, BALIKPAPAN-Pemerintah Kota Balikpapan menyiapkan transformasi pasar tradisional menjadi pusat perbelanjaan modern berkonsep e-mall sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan. Proyek tersebut dirancang tidak hanya sebagai tempat berjualan, tetapi juga menjadi ruang publik modern yang mampu meningkatkan daya saing pedagang lokal.
Rencana pembangunan pasar modern ini diproyeksikan memiliki bangunan setinggi enam hingga delapan lantai dengan konsep terintegrasi yang menggabungkan fungsi perdagangan, hiburan, hingga ruang kreatif bagi masyarakat.
Dalam rancangan tersebut, lantai dasar hingga lantai utama akan difokuskan untuk aktivitas perdagangan kebutuhan pokok yang tertata. Sementara pada lantai lainnya akan dilengkapi fasilitas hiburan keluarga, arena bermain anak, ruang bagi pelaku ekonomi kreatif, hingga sentra kuliner yang menampilkan makanan khas daerah.
Pemerintah kota mengakui proyek tersebut membutuhkan anggaran cukup besar, yakni lebih dari Rp100 miliar. Dengan keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Pemkot Balikpapan membuka peluang dukungan pendanaan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.
Wakil Wali Kota Balikpapan mengatakan saat ini pemerintah tengah menyiapkan dokumen Detail Engineering Design (DED) secara matang agar proyek tersebut siap diajukan untuk mendapatkan dukungan pendanaan. “Kita berharap ada dukungan dari APBD Provinsi maupun APBN. Karena itu DED sedang kita siapkan secara matang agar saat diajukan ke pusat atau provinsi, dokumen kita sudah lengkap,” ujarnya.
Untuk mempercepat persiapan proyek, pemerintah telah menginstruksikan sejumlah perangkat daerah seperti Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum, serta Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) untuk menyempurnakan dokumen perencanaan.
Selain aspek teknis pembangunan, Pemkot juga melakukan survei serta menjaring masukan dari para pedagang yang nantinya akan menempati pasar tersebut.
Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah penyediaan Tempat Penampungan Sementara (TPS) bagi pedagang selama proses pembangunan berlangsung, sehingga aktivitas perdagangan tetap berjalan. “Secara prinsip para pedagang sudah menyetujui konsep modernisasi pasar ini,” katanya.
Pemkot Balikpapan menargetkan proyek pasar modern tersebut dapat masuk dalam tahapan perencanaan pembangunan tahun 2027. Prosesnya akan dimulai dari pembahasan di Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) hingga pengajuan dukungan pendanaan ke pemerintah pusat.
Dengan konsep baru tersebut, pemerintah berharap pasar modern ini nantinya tidak hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi juga ruang interaksi masyarakat sekaligus penggerak ekonomi lokal di Kota Balikpapan. (adv/kominfobpn)
Editor : Wawan