Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Anggaran Disdag Balikpapan Dipangkas Lebih 50 Persen, Program Difokuskan untuk Masyarakat

Wawan • Selasa, 31 Maret 2026 - 00:43 WIB
Kepala Disdag Balikpapan, Haemusri Umar mengatakan prioritas utama kini diarahkan pada kegiatan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.
Kepala Disdag Balikpapan, Haemusri Umar mengatakan prioritas utama kini diarahkan pada kegiatan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.

 

PROKAL.co, BALIKPAPAN — Dinas Perdagangan Kota Balikpapan (Disdag) menghadapi tantangan besar pada tahun anggaran 2026 setelah mengalami pemangkasan anggaran lebih dari 50 persen. Dari sebelumnya sekitar Rp65 miliar pada 2025, anggaran yang kini dikelola hanya tersisa sekitar Rp34 miliar.

Kepala Disdag Balikpapan, Haemusri Umar, mengatakan kondisi tersebut memaksa pihaknya melakukan penyesuaian signifikan terhadap berbagai program kerja. Ia menegaskan bahwa prioritas utama kini diarahkan pada kegiatan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.

“Dengan keterbatasan anggaran ini, kami memprioritaskan program yang benar-benar dirasakan masyarakat, seperti pasar murah dan pemeliharaan pasar,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).

Haemusri menjelaskan, sebagian besar anggaran yang tersedia terserap untuk belanja rutin, terutama gaji pegawai yang mencapai sekitar Rp30 miliar. Kondisi ini membuat ruang fiskal untuk program lain menjadi sangat terbatas.

Sementara itu, anggaran untuk pemeliharaan pasar hanya dialokasikan sekitar Rp3,5 miliar yang digunakan untuk mendukung operasional dan perbaikan 12 pasar yang berada di bawah pengelolaan Disdag. Ia menekankan pentingnya pemeliharaan tersebut agar aktivitas perdagangan tetap berjalan lancar dan fasilitas pasar tetap layak digunakan oleh pedagang maupun masyarakat.

Dalam situasi keterbatasan ini, Disdag memastikan tidak ada pembangunan fisik baru pada tahun 2026. Seluruh kegiatan infrastruktur difokuskan pada pemeliharaan fasilitas yang sudah ada.

“Untuk pembangunan fisik tahun ini tidak ada, hanya pemeliharaan,” tegasnya.

Selain itu, Disdag juga melakukan langkah efisiensi dengan memangkas anggaran perjalanan dinas dari Rp300 juta menjadi Rp150 juta. Kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari penyesuaian terhadap kondisi fiskal daerah yang terbatas.

Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, Disdag Balikpapan berupaya menjaga kinerja sektor perdagangan tetap optimal, terutama dalam menjamin distribusi barang kebutuhan pokok serta menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi. (adv/kominfobpn)

Editor : Wawan
#ADV Pemkot Balikpapan #pemkot balikpapan