Jaga Ketertiban Ramadan, Satuan Polisi Pamong Praja Kota Balikpapan Intensifkan Razia di Balikpapan

Wawan • Dipublikasikan Selasa, 17 Maret 2026 | 12:45 WIB
Kepala Satpol PP Balikpapan, Boedi Liliono.
Kepala Satpol PP Balikpapan, Boedi Liliono.

 

PROKAL.co, BALIKPAPAN- Selama bulan Ramadan, suasana di sejumlah sudut Balikpapan tak hanya dipenuhi aktivitas ibadah dan geliat ekonomi, tetapi juga meningkatnya kehadiran anak jalanan dan orang terlantar di ruang publik. Kondisi ini mendorong Satuan Polisi Pamong Praja Kota Balikpapan untuk memperketat patroli demi menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat.

Patroli dilakukan secara rutin di titik-titik yang dianggap rawan, seperti persimpangan jalan, kawasan pusat kota, hingga lokasi yang ramai aktivitas warga menjelang waktu berbuka puasa. Kehadiran petugas menjadi upaya preventif agar aktivitas meminta-minta tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih luas.

Kepala Satpol PP Balikpapan, Boedi Liliono, mengungkapkan bahwa momen Ramadan kerap dimanfaatkan oleh sebagian pihak untuk mencari penghasilan instan di jalanan. Fenomena ini, menurutnya, bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga berpotensi mengganggu ketertiban umum jika tidak ditangani dengan baik.

“Setiap Ramadan biasanya ada peningkatan aktivitas anak jalanan yang meminta-minta. Ini yang kami awasi agar tidak mengganggu masyarakat,” ujarnya.

Namun, ia juga mengakui bahwa keterbatasan jumlah personel menjadi tantangan tersendiri. Tidak semua wilayah dapat terpantau secara maksimal setiap saat. Karena itu, Satpol PP mengandalkan laporan masyarakat sebagai “mata tambahan” di lapangan.

Partisipasi warga dinilai sangat krusial. Dengan adanya laporan cepat, petugas dapat segera bergerak ke lokasi untuk melakukan penertiban. Pemerintah pun membuka akses pengaduan melalui layanan call center agar respon bisa lebih sigap dan terkoordinasi.

Menariknya, penanganan yang dilakukan tidak berhenti pada penertiban semata. Setelah diamankan, anak jalanan maupun orang terlantar akan diserahkan ke Dinas Sosial Kota Balikpapan untuk mendapatkan pembinaan dan penanganan lebih lanjut.

Tak hanya itu, laporan terkait orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) juga cukup mendominasi. Dalam kasus seperti ini, petugas biasanya melakukan pengamanan terlebih dahulu untuk memastikan keselamatan yang bersangkutan maupun masyarakat sekitar, sebelum akhirnya ditangani oleh instansi terkait.

Dari hasil pemantauan, kawasan Balikpapan Kota menjadi salah satu titik yang paling sering ditemukan aktivitas tersebut. Meski demikian, patroli akan terus digencarkan di seluruh wilayah sebagai langkah antisipatif.

Pemerintah berharap, kolaborasi antara petugas dan masyarakat dapat menciptakan suasana Ramadan yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi semua pihak. (adv/kominfobpn)

Editor : Wawan
ADV Pemkot Balikpapan pemkot balikpapan