DLH Balikpapan Percepat Digitalisasi Bank Sampah

Wawan • Dipublikasikan Rabu, 4 Maret 2026 | 11:17 WIB
Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan mulai mendorong transformasi digital melalui penerapan Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Bank Sampah.
Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan mulai mendorong transformasi digital melalui penerapan Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Bank Sampah.

 

PROKAL.co, BALIKPAPAN- Upaya modernisasi pengelolaan sampah di Balikpapan terus digencarkan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan mulai mendorong transformasi digital melalui penerapan Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Bank Sampah (SIMBA) guna meningkatkan efektivitas dan transparansi pengelolaan.

Sosialisasi penggunaan aplikasi tersebut digelar pada 3 Maret 2026 di Aula Kantor Kecamatan Balikpapan Kota. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari perangkat kecamatan dan kelurahan, ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), pengelola rumah maggot, hingga pengelola bank sampah dari berbagai wilayah.

Kegiatan dipimpin oleh Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Balikpapan, Siti Fatimah, bersama Camat Balikpapan Kota. Hadir pula sejumlah narasumber yang aktif di bidang lingkungan, seperti Ririn, Rohman, serta Abdul Rahman.

Dalam pemaparannya, Siti Fatimah menegaskan bahwa digitalisasi menjadi langkah penting yang tidak bisa ditunda. Selama ini, pencatatan manual dinilai menyulitkan dalam hal akurasi data dan pelaporan.

“Dengan sistem digital, seluruh data bisa dipantau secara real time. Ini akan memudahkan pengelola dalam melakukan evaluasi sekaligus membantu pemerintah dalam mengambil kebijakan yang tepat,” ujarnya.

Melalui aplikasi SIMBA, berbagai proses administrasi kini dapat dilakukan secara lebih sistematis. Mulai dari pencatatan setoran sampah, pelaporan volume, hingga rekapitulasi data nasabah dapat terintegrasi dalam satu sistem. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme pengelolaan bank sampah di tingkat masyarakat.

Tak hanya fokus pada digitalisasi, kegiatan ini juga memperkuat pemahaman peserta terhadap konsep 3R (reduce, reuse, recycle) sebagai fondasi pengelolaan sampah berkelanjutan. Sejumlah inovasi turut diperkenalkan, seperti pengolahan limbah popok bayi serta pengembangan rumah maggot untuk mengelola sampah organik menjadi produk bernilai ekonomis.

Direktur Bank Sampah Kota Hijau, Abdul Rahman, menyampaikan bahwa transformasi digital akan membuka peluang baru bagi pengelola bank sampah, termasuk dalam memperluas jaringan dan kolaborasi antarwilayah.

“Dengan sistem yang terintegrasi, koordinasi akan lebih mudah dan peluang pengembangan usaha berbasis sampah juga semakin terbuka,” jelasnya.

Pemerintah menargetkan implementasi SIMBA dapat berjalan optimal di seluruh wilayah Balikpapan Kota. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar dalam menekan volume sampah sekaligus menciptakan sistem pengelolaan yang lebih transparan, efisien, dan berkelanjutan.

Melalui digitalisasi ini, Balikpapan tidak hanya berupaya mengatasi persoalan sampah, tetapi juga membangun ekosistem lingkungan yang lebih modern dan berbasis data. (adv/kominfobpn)

Editor : Wawan
ADV Pemkot Balikpapan pemkot balikpapan