BPBD Balikpapan Siaga Penuh 24 Jam Antisipasi Kebakaran Permukiman

Wawan • Dipublikasikan Selasa, 3 Maret 2026 | 19:43 WIB
Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali.
Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali.

 

PROKAL.co, BALIKPAPAN- Memasuki bulan suci Ramadan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di kawasan Balikpapan Barat yang dinilai memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi. Kesiapsiagaan dilakukan secara maksimal dengan mengaktifkan enam pos siaga yang tersebar di titik-titik strategis.

Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, menegaskan bahwa pihaknya tidak menambah jam operasional, melainkan memperkuat kesiapan personel dan koordinasi lintas tim selama periode Ramadan hingga Idul Fitri.

“Kami tetap siaga 24 jam dengan enam pos aktif. Fokus kami adalah meningkatkan kesiapan, terutama di wilayah yang memiliki potensi kebakaran cukup tinggi,” ujarnya.

Menurut Usman, peningkatan aktivitas masyarakat selama Ramadan menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi. Aktivitas memasak saat sahur, yang dilakukan pada dini hari ketika kondisi tubuh masih lelah atau mengantuk, dinilai berisiko memicu kelalaian.

“Banyak kejadian kebakaran bermula dari hal sepele, seperti lupa mematikan kompor atau peralatan listrik. Ini sering terjadi saat orang memasak dalam kondisi kurang fokus,” jelasnya.

Karena itu, BPBD mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama saat menggunakan kompor dan instalasi listrik. Warga juga diminta tidak meninggalkan dapur dalam keadaan menyala tanpa pengawasan, serta rutin memeriksa kondisi peralatan rumah tangga yang berpotensi memicu kebakaran.

Selain mengandalkan pos siaga, BPBD juga tetap menjalankan patroli rutin ke wilayah-wilayah rawan. Upaya ini bertujuan untuk mendeteksi potensi bahaya lebih dini sekaligus memastikan respons cepat jika terjadi insiden.

Dalam waktu dekat, BPBD juga berencana menggelar apel siaga Ramadan sebagai bentuk penguatan koordinasi lintas sektor. Kegiatan ini masih dalam tahap pembahasan dan kemungkinan akan melibatkan berbagai unsur, termasuk aparat keamanan.

“Kami ingin memastikan kesiapan bersama. Penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri, perlu kolaborasi semua pihak,” tambah Usman.

Ia juga mengingatkan bahwa sebagian besar kebakaran permukiman disebabkan oleh faktor kelalaian manusia. Oleh karena itu, kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam pencegahan.

“Menjaga keselamatan rumah bukan hanya soal kewaspadaan, tetapi juga bentuk tanggung jawab kepada keluarga. Jangan sampai kelalaian kecil berujung pada musibah besar,” tutupnya.

Dengan kesiapsiagaan penuh dan dukungan masyarakat, BPBD Balikpapan berharap potensi kebakaran selama Ramadan dapat diminimalkan, sehingga suasana ibadah tetap berlangsung aman dan nyaman. (adv/kominfobpn)

Editor : Wawan
ADV Pemkot Balikpapan pemkot balikpapan