PROKAL.co, Balikpapan- Program promo tambah daya listrik bertajuk “Power Up Real: Listrik Aman, Kerja Lancar” dari PT PLN (Persero) mencatatkan capaian positif di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Hingga program berakhir pada 28 April 2026, sebanyak 3.599 pelanggan telah memanfaatkan diskon tambah daya sebesar 50 persen.
Tingginya jumlah pelanggan yang mengikuti program ini menunjukkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap kapasitas listrik yang lebih besar, seiring dengan pertumbuhan penggunaan peralatan elektronik dan aktivitas digital di rumah.
Program ini memberikan kemudahan bagi pelanggan tegangan rendah satu fasa dengan daya awal 450 VA hingga 5.500 VA untuk melakukan tambah daya hingga 7.700 VA dengan biaya yang lebih terjangkau, serta proses yang praktis melalui aplikasi PLN Mobile.
General Manager PLN UID Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Muchamad Chaliq Fadli, menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme pelanggan dalam memanfaatkan program ini.
“Sebanyak 3.599 pelanggan telah memanfaatkan program ini, menunjukkan kebutuhan listrik masyarakat yang terus meningkat. PLN akan terus menghadirkan layanan yang memudahkan pelanggan dalam memenuhi kebutuhan listriknya,” ujar Chaliq.
Lebih lanjut, Chaliq menegaskan bahwa peningkatan kapasitas daya listrik menjadi langkah penting dalam mendukung kenyamanan dan produktivitas masyarakat.
“Dengan daya listrik yang lebih besar, masyarakat dapat menggunakan berbagai peralatan secara bersamaan dengan lebih nyaman, sehingga aktivitas di rumah berjalan lebih lancar,” tambah Chaliq.
Salah satu pelanggan rumah tangga di Samarinda, Isna, turut merasakan manfaat dari program ini.
“Saya sangat terbantu dengan diskon 50 persen ini. Sekarang bisa pakai beberapa peralatan dirumah sekaligus tanpa khawatir listrik turun. Prosesnya juga mudah lewat PLN Mobile dan cepat. Hari ini ajukan permohonan, kemudian langsung diproses,” ungkap Isna.
PLN akan terus menghadirkan berbagai program dan inovasi layanan guna memberikan kemudahan serta mendukung kebutuhan listrik masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Editor : Wawan