PROKAL.CO, JAKARTA-Pengurus Wilayah Kerukunan Bubuhan Banjar (PW KBB) Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), menggelar halalbihalal di Kraton Majapahit di Jakarta Timur, Minggu (10/5/2026).
Agenda ini dihadiri Pengurus Pusat Kerukunan Bubuhan Banjar (PP KBB) Sadunia, warga Banjar dari berbagai provinsi di tanah air, hingga dari luar negeri. Seperti dari Brunei Darussalam dan Malaysia.
Ini, ujar Irianto Lambrie, Ketua KBB Kalimantan Timur (KBB-KT), mengutip paparan dari Ketua Umum PP KBB Sadunia, Sahbirin Noor, saat memberi sambutan adalah penegasan bahwa KBB adalah rumah besar bagi seluruh warga Banjar lintas generasi.
Berkumpul dalam suasana kekeluargaan dan tentu, sebagaimana diingatkan Pangeran Antasari, jangan bacakut papadaan (jangan berkelahi dengan sesama saudara/urang Banjar)
Irianto yang hadir pada agenda silaturahmi itu menyebutkan, banyak pesan yang mendalam disampaikan oleh ketua umum.
Sahbirin Noor, kata dia, tak lupa pula memberikan apresiasi kepada panitia dan jajaran PW KBB Jabodetabek yang telah menggelar agenda yang penuh kekeluargaan ini.
Kata dia, Sahbirin Noor yang akrab disapa Paman Birin, mengatakan perjalanan KBB Sadunia penuh dengan dinamika dan tantangan.
Sejak tahun 2023, sejak Paman Birin memimpin organisasi ini, sudah menyapa sekaligus melantik hingga 25 pengurus wilayah dan Pengurus Luar Negeri KBB.
Baca Juga: Di KTT ASEAN, Presiden Prabowo Tegaskan Pangan Penentu Kedaulatan dan Stabilitas Negara
Dari perjalanan tersebut, Paman Birin menyebut, melihat sendiri bagaimana kemampuan warga Banjar dalam beradaptasi di negeri orang.
“Sebagai bangsa perantau, orang Banjar memiliki watak yang kuat untuk bertahan, berbaur, dan memberikan manfaat di mana pun berada,” ujar Irianto, mengutip ucapan Paman Birin.
“Bubuhan Banjar selalu mampu membangun ikrar kesetiaan kepada daerah tempat ia berpijak, menghormati adat dan budaya setempat, sehingga keberadaannya dapat diterima dengan baik dalam berbagai ruang kehidupan,” sambungnya.
Dia melanjutkan, warga Banjar hadir dalam dunia politik, perdagangan, pertanian dan perkebunan, kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga bidang pendidikan dan keagamaan.
Bahkan, salah satu identitas yang sangat melekat pada masyarakat Banjar adalah religiositas.
Nilai-nilai agama menjadi fondasi hidup warga Banjar dalam merantau, menjadi pegangan moral dalam bekerja, bermasyarakat, dan membangun kehidupan.
Irianto melanjutkan, saat itu Paman Birin berharap semua warga Banjar terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, memperkuat pendidikan, serta membangun jaringan dan kolaborasi di berbagai bidang.
Baca Juga: Wakili Ketua Umum PP KBB, Irianto Lambrie Hadiri Halalbihalal Warga Banjar Se-Bandung Raya
Harus mampu menunjukkan bahwa warga Banjar bukan hanya mampu bertahan di tanah rantau, tetapi juga mampu bersaing dan berdiri sejajar dalam urusan politik, sosial, ekonomi, budaya, maupun keagamaan, baik di tingkat regional, nasional, hingga internasional. (*)