PROKAL.CO- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur memastikan distribusi seragam sekolah gratis melalui program “Gratispol” akan direalisasikan lebih cepat pada tahun ajaran 2026. Program unggulan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji ini ditargetkan tidak lagi mengalami keterlambatan seperti tahun sebelumnya, di mana bantuan baru sampai ke tangan siswa menjelang akhir tahun.
Sekretaris Disdikbud Kaltim, Rahmat Ramadhan, menjelaskan bahwa percepatan distribusi pada tahun ini sangat dimungkinkan lantaran anggaran untuk program tersebut sudah tersedia sejak awal tahun anggaran. “Karena dananya sudah tersedia dari awal, insyaallah pendistribusian bisa lebih cepat dan tidak sampai akhir tahun,” ujar Rahmat Ramadhan.
Disdikbud Kaltim memperkirakan kuota penerima manfaat tahun ini akan mencapai sekitar 65 ribu siswa. Namun, untuk jumlah finalnya masih harus menunggu data resmi peserta didik baru dari masing-masing sekolah. Pihak sekolah nantinya diminta untuk bergerak cepat mengirimkan data mutakhir siswa, termasuk detail ukuran pakaian serta ukuran sepatu. Hal ini diperlukan agar proses pengadaan barang dapat berjalan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan fisik para penerima.
“Nanti masing-masing sekolah menyampaikan jumlah siswa beserta ukuran pakaian, ukuran sepatu, dan data lainnya,” kata Rahmat menambahkan.
Pihak dinas menargetkan proses finalisasi data komparatif tersebut dapat rampung sekitar Juli hingga Agustus 2026, bertepatan dengan dimulainya awal tahun ajaran baru. Begitu pendataan dinyatakan lengkap, proses distribusi paket bantuan akan langsung digulirkan.
Rahmat merefleksi bahwa keterlambatan penyaluran pada tahun lalu murni disebabkan karena program tersebut masih berada dalam tahap awal, sehingga membutuhkan banyak penyesuaian anggaran serta pendataan ulang jumlah siswa secara masif. Berbekal evaluasi tersebut, tahun ini distribusi seragam gratis ditargetkan sudah mulai tersalurkan pada Agustus hingga September 2026.
Manajemen Disdikbud Kaltim juga memastikan bahwa paket bantuan yang diberikan tidak akan mengalami pengurangan dari tahun sebelumnya. Setiap siswa penerima akan mendapatkan paket lengkap berupa seragam putih abu-abu, tas, topi, serta sepatu sekolah. Total anggaran yang dialokasikan Pemprov Kaltim untuk menyokong program ini mencapai sekitar Rp65 miliar. “Kurang lebih Rp 65 miliar,” sebut Rahmat.
Meskipun nilai anggaran yang dikucurkan relatif sama dengan tahun lalu, Disdikbud menjamin kualitas barang yang diadakan tetap menjadi prioritas utama agar bantuan yang diterima siswa memenuhi standar kelayakan. Program "Gratispol" ini difokuskan penuh untuk menyasar siswa SMA, SMK, dan SLB negeri yang berada di bawah kewenangan langsung Pemprov Kaltim. Sementara untuk sektor swasta, bantuan hanya dialokasikan bagi siswa di jenjang SMA. Adapun bagi sekolah luar biasa (SLB), intervensi bantuan diberikan secara penuh dari tingkat SD hingga SMA.
Terkait kekhawatiran adanya potensi penolakan dari orang tua siswa, Rahmat mengaku optimistis program ini akan berjalan mulus karena hingga kini pihaknya belum menerima laporan komplain apa pun. “Sejauh ini belum ada informasi penolakan. Karena yang diberikan merupakan seragam nasional dan disesuaikan dengan ukuran siswa,” pungkasnya. (*)
Editor : Indra Zakaria