PROKAL.CO SAMARINDA — Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud menemui ratusan warga Perumahan Korpri Loa Bakung yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Kaltim, Senin, 18 Mei 2026. Dalam pertemuan itu, Rudy memastikan persoalan status lahan yang telah berlangsung puluhan tahun kini memasuki tahap penyelesaian.
Warga sebelumnya menuntut kepastian hukum atas lahan tempat tinggal mereka yang hingga kini masih berstatus Hak Guna Bangunan (HGB), meski rumah telah ditempati dan dilunasi lebih dari tiga dekade lalu.
Pertemuan berlangsung terbuka dan penuh dialog. Di hadapan massa aksi, Rudy bahkan mengundang salah satu perwakilan warga, Neneng Herawati, naik ke atas panggung sebagai bentuk penghormatan terhadap aspirasi masyarakat.
Sebelum menemui massa, Rudy telah menerima audiensi sejumlah perwakilan warga untuk mendengarkan langsung persoalan yang mereka hadapi. Menurut dia, pemerintah provinsi memberi perhatian serius terhadap tuntutan warga terkait perubahan status lahan dari HGB menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM).
“Kami sudah berdiskusi dengan perwakilan warga. Pemerintah provinsi bersama Biro Hukum akan segera melakukan kajian menyeluruh, kemudian berkonsultasi dengan Kejaksaan Tinggi, Kementerian ATR/BPN, dan Kementerian Dalam Negeri agar solusi yang diambil sesuai aturan,” kata Rudy.
Ia mengatakan penyelesaian persoalan tersebut tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa karena menyangkut aset pemerintah daerah dan regulasi yang kompleks. Meski demikian, percepatan penyelesaian tetap menjadi prioritas pemerintah daerah.
“Kami ingin warga mendapatkan haknya, dari HGB menjadi SHM. Namun prosesnya memang harus melalui beberapa tahapan. Mohon doa dan dukungannya, serta beri kami waktu untuk bekerja,” ujarnya.
Rudy menegaskan seluruh langkah yang diambil pemerintah harus berada dalam koridor hukum. Karena itu, proses penyelesaian akan diawali dengan kajian internal sebelum dilanjutkan dengan koordinasi lintas instansi di tingkat pusat, termasuk Kejaksaan Tinggi dan Kementerian Dalam Negeri.
Ia optimistis solusi atas persoalan tersebut dapat segera ditemukan apabila seluruh pihak mendukung proses yang sedang berjalan. Sementara itu, perwakilan warga, Neneng Herawati, mengapresiasi respons cepat gubernur yang bersedia menemui langsung massa aksi dan membuka ruang dialog dengan warga.
“Kami bersyukur aspirasi kami didengar langsung. Kami memahami proses ini tidak mudah dan membutuhkan waktu. Kami akan terus mengawal, tetapi tetap menjaga situasi tetap kondusif,” kata Neneng. (*)
Editor : Indra Zakaria