Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Ririn Sari Dewi: Pelemahan Daya Beli dan Tiket Mahal Jadi Tantangan Pariwisata Kaltim

Redaksi Prokal • Kamis, 2 Juli 2026 | 10:53 WIB
Bincang bincang Dinas Pariwisata dengan wartawan.
Bincang bincang Dinas Pariwisata dengan wartawan.

 

PROKAL.CO, SAMARINDA - Menjelang berakhirnya masa jabatannya sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Ririn Sari Dewi memaparkan sejumlah tantangan yang dihadapi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif saat hadiri Bincang-Bincang Pariwisata di Hotel Grand Verona Samarinda, Selasa 30 Juni 2026. 

Ririn yang telah dilantik Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim pada Senin (29/6), menegaskan pembangunan pariwisata tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. 

Menurut Ririn, salah satu tantangan yang kini menjadi perhatian ialah menjaga kelestarian kawasan konservasi seiring meningkatnya aktivitas wisata. Ia mencontohkan kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat yang tengah diusulkan ke UNESCO sebagai warisan dunia.

"Ketika status konservasi itu sudah ditetapkan, tantangannya bagaimana menjaga agar tidak rusak. Salah satu yang harus diantisipasi adalah aktivitas wisatawan yang dapat mengganggu ekosistem," ujarnya. 

Selain itu, ia menyoroti kondisi ekonomi global yang turut memengaruhi sektor pariwisata. Melemahnya nilai tukar rupiah dan tingginya harga tiket pesawat dinilai berdampak terhadap penurunan jumlah wisatawan, baik mancanegara maupun domestik.

Ririn mengungkapkan, kondisi tersebut terlihat saat penyelenggaraan sejumlah event pariwisata. Tingginya biaya transportasi membuat jumlah wisatawan yang datang tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. 

Untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut, Ririn mengatakan pemerintah memiliki sejumlah peran strategis. Di antaranya menyusun regulasi yang mendukung investasi sektor pariwisata, menyediakan infrastruktur dasar, meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan sertifikasi, memperkuat promosi daerah, mendorong digitalisasi layanan, hingga memperluas kerja sama lintas sektor. 

Namun demikian, ia mengakui kondisi fiskal daerah saat ini membuat penyelenggaraan event berskala besar menjadi terbatas. Karena itu, Dinas Pariwisata lebih mengoptimalkan kolaborasi dengan berbagai komunitas dan mitra melalui pendekatan pentahelix maupun heksahelix.

"Karena keterbatasan fiskal, kami lebih banyak menggarap kerja sama dengan komunitas dan seluruh mitra pariwisata," katanya. 

Ririn juga mendorong pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif untuk terus meningkatkan kualitas layanan, menghadirkan inovasi produk wisata, memanfaatkan teknologi digital dalam pemasaran, serta menerapkan prinsip usaha yang ramah lingkungan. 

Di sisi lain, ia menilai media memiliki peran penting dalam mendukung kemajuan pariwisata daerah. Menurutnya, berbagai program dan potensi wisata tidak akan dikenal luas tanpa dukungan publikasi yang masif. "Kita tidak bisa besar tanpa media. Informasi yang kita lakukan tidak akan sampai kepada masyarakat kalau tidak dipublikasikan," ujarnya. 

Sebagai strategi menghadapi tantangan ke depan, Ririn menyiapkan sejumlah fokus kerja, mulai dari digitalisasi promosi, penguatan destinasi berbasis budaya dan alam, pengembangan event berkualitas, peningkatan kapasitas SDM, penguatan UMKM ekonomi kreatif, kolaborasi heksahelix, hingga penerapan prinsip pariwisata berkelanjutan. 

Ia optimistis sektor pariwisata Kaltim mampu berkembang apabila seluruh pemangku kepentingan memiliki visi yang sama. "Keberhasilan pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Ada tiga kata kunci yang harus dijalankan, yakni kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan," tegas Ririn. 

Selain Ririn, hadir sebagai narasumber Bincang-Bincang Pariwisata oleh Dian Rosita selaku Ketua DPD PUTRI Kaltim, Anas Maghfur selaku Fashion Design dan Hendri Kurniawan GM Grand Verona yang tergabung dalam PHRI. (*)

Editor : Indra Zakaria
#wisata kaltim