“Saya Kaget Melihat Orangnya!” – Kadishut Kaltim Buka Suara Usai Temui Pengkritik Rudy Mas’ud

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Senin, 26 Oktober 2026 | 09:35 WIB
Kadishut Kaltim, Doni Fahroni.
Kadishut Kaltim, Doni Fahroni.

SAMARINDA – Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Kalimantan Timur, Doni Fahroni, memberikan klarifikasi resmi terkait pertemuannya dengan rombongan konten kreator yang sempat viral usai melontarkan kritik keras terhadap Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Dishut Kaltim, Jalan Kusuma Bangsa, Samarinda, pada Kamis (22/10/2026) tersebut mendadak menjadi sorotan publik setelah video rekamannya menyebar luas di media sosial. Doni menjelaskan bahwa audiensi tersebut berawal dari surat resmi bertema lingkungan bertajuk * Save Our Forest * yang masuk melalui sekretariat dinas. Surat tersebut diproses sesuai prosedur internal hingga akhirnya rombongan diterima di ruang rapat.

Namun, Doni mengaku sama sekali tidak menyadari siapa figur di balik surat permohonan tersebut sebelum melangkah masuk ke ruangan. “Begitu saya buka pintu, saya kaget melihat, ‘Loh, kok yang ini orangnya?’ Orang yang kemarin sempat menghujat dan melontarkan omongan tidak enak terhadap pimpinan kita, kok malah datang ke sini,” ungkap Doni.

Dalam pertemuan tersebut, rombongan pengkritik sempat memaparkan beberapa hal teknis terkait rehabilitasi lahan bekas kebakaran hutan. Di antaranya mengenai kebutuhan 625 pohon per hektare dengan jarak tanam 3 x 2 meter.

Meski begitu, Doni memilih untuk tidak bertahan lama di ruangan. Setelah mengetahui identitas para tamu, ia menyerahkan kelanjutan diskusi teknis tersebut kepada jajaran sekretariat dinas dan memilih meninggalkan rapat.

Kejadian ini diakui Doni menjadi bahan evaluasi mendalam bagi jajaran Dishut Kaltim, khususnya mengenai alur penerimaan tamu dan koordinasi protokoler. Apalagi, Doni baru saja resmi dilantik sebagai Kadishut Kaltim pada Selasa (20/10/2026).

“Penataan mekanisme penerimaan tamu dan koordinasi internal memang masih perlu diperkuat,” tuturnya. Meski demikian, Doni menegaskan bahwa Dinas Kehutanan Kaltim tidak pernah menutup diri dari masyarakat, akademisi, mahasiswa, maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ingin menyalurkan aspirasi terkait sektor kehutanan. Hanya saja, kehati-hatian tetap diperlukan agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu.

“Kami tidak menutup pintu untuk masyarakat Kaltim, NGO, organisasi, pelajar/mahasiswa, akademisi atau semua yang ingin audiensi. Tetapi demi menjaga kondusifitas, agar tidak menjadi framing, rumor, hingga spekulasi yang menguntungkan pihak tertentu, semestinya saya tidak menemui mereka,” pungkas Doni. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : sapos.co.id
rudy mas'ud