Sedangkan orang yang jarang mengalami gusi berdarah, maka wajib hukumnya untuk mengeluarkan darah tersebut. Pasalnya, orang yang jarang gusinya berdarah, kemudian tertelan bersama air liur, maka puasanya batal.
Berbeda kasus lagi ketika ia merasa ragu-ragu apakah tertelan atau tidak darah gusinya bersama air liur, maka puasanya tetap sah alias tidak batal. Untuk lebih berjaga-jaga, ketika gusi berdarah maka segeralah untuk mengeluarkannya, atau membersihkannya.
Cara mengatasi
Dikutip dari halodoc.com, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi gusi berdarah ketika menjalankan ibada puasa.
- Jaga kebersihan mulut dengan baik
Kebersihan gizi yang kurang baik adalah salah satu yang bisa menyebabkan gusi berdarah. Ketika tidak bersih, terdapat penumpukan plak sepanjang garis gusi yang memicu peradangan dan berdarah.
Plak sendiri lapisan yang melekat serta menutupi gigi dan gusi yang mengandung bakteri. Ketika tidak menjaga kebersihan mulut, bakteri akn menyebar dan berakibat pada kerusahan gigi dan penyakit gusi.
- Bersihkan mulut menggunakan hidrogen peroksida
Ternyata hidrogen peroksida tidak hanya untuk digunakan sebaga desinfektan, tapi juga dapat membersihkan plak, meningkatkan kesehatan gusi, dan menghentikan pendarahan gusi. Jika gusi berdarah bisa bilas mulut dengan hidrogen peroksida setelah disikat. Namun, cairan ini jangan sampai ditelan.
- Berhenti merokok
Rokok tidak hanya menimbulkan resiko kanker paru-paru, penyakit jantung, stroke, tapi juga penyakit gusi. Merokok menurunkan kekebalan tubuh, sehingga tubuh kesulitan melawan bakteri plak yang menyebabkan penyakit gusi.
- Kurangi stress
Stress dapat memicu penurunan kekebalan tubuh dan terjadinya kesulitan melawan infeksi gusi. Selain itu, tekanan emosional pada beberapa orang mengakibatkan mereka abai dengan kebersihan mulut.
- Konsumsi asupan vitamin C
Mengkonsumsi makanan yang kaya akan vitamin C, tidak hanya memperkuat kekebalan tubuh, melainkan juga membantu melawan infeksi pada gusi yang berakibat pada gusi berdarah. (*)