Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Gusi Berdarah saat Puasa, Simak Ketentuan Fikih dan Cara Mengatasinya dari Segi Medis

Mohammad Maulana Iqbal • Senin, 18 Maret 2024 - 19:50 WIB
Ilustrasi: periksa gigi. (Pexels/ Karolina Grabowska)
Ilustrasi: periksa gigi. (Pexels/ Karolina Grabowska)

 

Menelan air liur saat puasa tak membuatkan batalnya ibadah puasa di bulan Ramadhan ini. Namun, bagaimana ketika gusi berdarah hingga tertelan? 

Tidak dapat dipungkiri bahwa, kondisi gusi yang berdarah bisa saja terjadi pada siapa saja dan kapan saja, termasuk saat puasa. Namun, menjadi sebuah pertanyaan ketika ada darah yang muncul dari gusi ketika puasa, lantas apakah dapat membatalkan ibadah ini? 

Dikutip dari nu.or.id, bahwa dalam mazhab syafi’i, menelan air liur itu tidak membatalkan puasa, selama air liur tersebut tidak tercampur apapun.

Sebaliknya, jika air liur tersebut tidak murni lagi, alias tercampur oleh perkara lain baik suci seperti ingus, atau perkara najis seperti darah gusi, maka menelan air liur dalam kondisi ini dapat membatalkan puasa.

Namun, hukum ini tidak berlaku secara umum, melainkan terdapat beberapa pengecualian dalam kondisi tertentu.

Ketika seseorang mengalami cobaan, yakni mengalirnya darah gusi secara terus-menerus, atau mengalir pada sebagian besar waktu yang digunakan untuk berpuasa, maka wajib baginya mengeluarkan darah tersebut semampunya.

Jika ternyata masih menyisakan bekas darah yang memang sulit dibuang atau sulit untuk dihindari (yasyaqqu al-ihtiraz), kemudian darah tersebut tertelan bersama air liur, maka puasanya tidak batal.

Orang yang disebut mengalami cobaan ini adalah mereka yang mengalami gusi berdarah sangat sering, alias lebih sering berdarah dari pada tidak.

Sedangkan orang yang jarang mengalami gusi berdarah, maka wajib hukumnya untuk mengeluarkan darah tersebut. Pasalnya, orang yang jarang gusinya berdarah, kemudian tertelan bersama air liur, maka puasanya batal.

Berbeda kasus lagi ketika ia merasa ragu-ragu apakah tertelan atau tidak darah gusinya bersama air liur, maka puasanya tetap sah alias tidak batal. Untuk lebih berjaga-jaga, ketika gusi berdarah maka segeralah untuk mengeluarkannya, atau membersihkannya.

Cara mengatasi

 

Dikutip dari halodoc.com, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi gusi berdarah ketika menjalankan ibada puasa.

  1. Jaga kebersihan mulut dengan baik

Kebersihan gizi yang kurang baik adalah salah satu yang bisa menyebabkan gusi berdarah. Ketika tidak bersih, terdapat penumpukan plak sepanjang garis gusi yang memicu peradangan dan berdarah.

Plak sendiri lapisan yang melekat serta menutupi gigi dan gusi yang mengandung bakteri. Ketika tidak menjaga kebersihan mulut, bakteri akn menyebar dan berakibat pada kerusahan gigi dan penyakit gusi.

  1. Bersihkan mulut menggunakan hidrogen peroksida

Ternyata hidrogen peroksida tidak hanya untuk digunakan sebaga desinfektan, tapi juga dapat membersihkan plak, meningkatkan kesehatan gusi, dan menghentikan pendarahan gusi. Jika gusi berdarah bisa bilas mulut dengan hidrogen peroksida setelah disikat. Namun, cairan ini jangan sampai ditelan.

 
  1. Berhenti merokok

Rokok tidak hanya menimbulkan resiko kanker paru-paru, penyakit jantung, stroke, tapi juga penyakit gusi. Merokok menurunkan kekebalan tubuh, sehingga tubuh kesulitan melawan bakteri plak yang menyebabkan penyakit gusi.

  1. Kurangi stress

Stress dapat memicu penurunan kekebalan tubuh dan terjadinya kesulitan melawan infeksi gusi. Selain itu, tekanan emosional pada beberapa orang mengakibatkan mereka abai dengan kebersihan mulut.

  1. Konsumsi asupan vitamin C

Mengkonsumsi makanan yang kaya akan vitamin C, tidak hanya memperkuat kekebalan tubuh, melainkan juga membantu melawan infeksi pada gusi yang berakibat pada gusi berdarah. (*)

 
 
 
 
 
 
Editor : Indra Zakaria
#gusi