Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kenaikan Kasus Gagal Ginjal pada Anak hingga Jalani Cuci Darah: Ketahui Dampak dan Penyebabnya

Redaksi • Minggu, 28 Juli 2024 - 09:10 WIB
Ilustrasi seorang anak perempuan yang menjalani perawatan di rumah sakit karena akan menjalani terapi cuci darah. (freepik.com/DC Studio)
Ilustrasi seorang anak perempuan yang menjalani perawatan di rumah sakit karena akan menjalani terapi cuci darah. (freepik.com/DC Studio)

 

Perhatian terhadap kesehatan ginjal anak semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kasus anak yang harus menjalani terapi cuci darah atau dialisis.

Dialisis diperlukan ketika ginjal tidak mampu lagi menjalankan fungsi menyaring darah dari limbah dan kelebihan cairan. 

Peningkatan kasus ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk peningkatan kejadian penyakit ginjal akut (AKI) dan kondisi kronis lainnya yang memengaruhi ginjal.

Menurut laporan dari Acute Disease Quality Initiative (ADQI), epidemiologi AKI pada anak-anak menunjukkan bahwa banyak aspek dari sindrom klinis ini masih kurang dipahami dan memerlukan penelitian lebih lanjut.

Faktor risiko, penyebab, dan hasil jangka panjang dari AKI pada anak-anak memerlukan penanganan yang lebih komprehensif untuk meningkatkan kualitas perawatan dan hasil bagi pasien.

Secara umum, beberapa faktor yang dapat menyebabkan peningkatan kasus gagal ginjal pada anak, antara lain:

  1. Kelainan bawaan: Banyak kasus gagal ginjal pada anak disebabkan oleh kelainan ginjal sejak lahir. Kelainan ini bisa berupa bentuk ginjal yang tidak normal atau gangguan fungsi ginjal lainnya.
  2. Penyakit ginjal kronis: Penyakit ginjal kronis pada anak dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti infeksi saluran kemih berulang, penyakit autoimun, atau efek samping obat-obatan tertentu.
  3. Sindrom nefrotik: Sindrom nefrotik adalah gangguan ginjal yang menyebabkan protein bocor melalui urine dalam jumlah besar. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat menyebabkan gagal ginjal.
  4. Faktor lingkungan: Paparan zat-zat kimia berbahaya, polusi udara, dan kurangnya akses air bersih juga dapat meningkatkan risiko terjadinya gagal ginjal pada anak.

Selain itu, National Kidney Foundation menyatakan bahwa dialisis adalah pilihan pengobatan yang efektif untuk membersihkan limbah dan cairan berlebih dari darah.

 

Namun, dialisis tidak dapat sepenuhnya menggantikan semua fungsi ginjal, sehingga bukan merupakan solusi permanen untuk penyakit ginjal atau gagal ginjal.

Anak-anak yang menjalani dialisis perlu mengikuti jadwal perawatan yang ketat dan menjaga pola makan yang sesuai untuk meningkatkan efektivitas pengobatan mereka.

Dampak Cuci Darah pada Anak

Cuci darah merupakan prosedur medis yang bertujuan untuk membersihkan darah dari zat-zat sisa metabolisme ketika ginjal tidak dapat berfungsi dengan baik. Meskipun prosedur ini dapat menyelamatkan nyawa, namun memiliki dampak yang signifikan bagi kualitas hidup anak, seperti:

Untuk mencegah dan mengatasi masalah gagal ginjal pada anak, diperlukan upaya yang komprehensif. Semakin dini penyakit ginjal terdeteksi, semakin besar kemungkinan untuk mencegah terjadinya gagal ginjal. (*)

 
Editor : Indra Zakaria
#gagal ginjal