Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Ikatan Dokter Indonesia Memberikan Informasi dan Pengobatan Terkait Penyakit Impotensi

ADV • Senin, 25 November 2024 - 16:17 WIB
(Foto oleh Korrawin dari iStockphoto)
(Foto oleh Korrawin dari iStockphoto)

SALAH satu penyakit yang berbahaya bagi pria adalah impotensi atau disfungsi ereksi, merupakan sebuah kondisi di mana seorang pria mengalami kesulitan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk melakukan hubungan seksual. Penyakit ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor fisik dan psikologis.

IDI adalah singkatan dari Ikatan Dokter Indonesia. Organisasi ini merupakan wadah profesi bagi para dokter di Indonesia, didirikan pada tanggal 24 Oktober 1950.  IDI Atambua dengan alamat website idiatambua.org melakukan kolaborasi dengan IDI BAA dengan alamat website idibaa.org  menjelaskan bahwa impotensi adalah penyakit yang terjadi akibat adanya gangguan pada sistem kardiovaskular sehingga dapat mengurangi aliran darah ke penis.Selain itu bagi penderita diabetes, diabetes pada umumnya dapat merusak saraf dan pembuluh darah, mempengaruhi kemampuan ereksi.

IDI Bajawa dengan alamat website idibajawa.org  telah bekerja sama dengan IDI Bandar Lampung dengan alamat website idibandarlampung.org  menjelaskan secara umum impotensi dapat mempengaruhi kualitas hubungan seksual bagi penderitanya. Hal ini terjadi karena impotensi berisiko menurunkan gairah seksual serta membuat penderitanya kesulitan untuk mencapai klimaks ketika sedang melakukan hubungan seksual.

IDI Barito Selatan beralamat website idibaritoselatan.org melakukan penelitian lanjutan terkait impotensi, apa saja gejala terjadinya impotensi, kemudian rekomendasi obat yang dapat diberikan bagi penderitanya.

 

Apa saja gejala seseorang mengidap penyakit impotensi?


(Foto oleh Pornpak Khunatorn dari iStockphoto)
(Foto oleh Pornpak Khunatorn dari iStockphoto)

 

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menjelaskan bahwa impotensi dapat menyerang sebagian pria dan resikonya cukup besar. Gejala seseorang yang mengidap penyakit impotensi, atau disfungsi ereksi, dapat bervariasi, tetapi umumnya mencakup beberapa tanda meliputi:

  1. Kesulitan untuk ereksi

Bagi penderita impotensi, penderita penyakit ini akan mengalami kesulitan dalam mencapai atau mempertahankan ereksi saat berhubungan seksual, meskipun rangsangan seksual sudah diberikan.

  1. Ereksi loyo atau tidak keras

Beberapa pria mungkin dapat mengalami ereksi, tetapi tidak cukup keras untuk penetrasi. Ereksi yang didapat juga tidak dapat bertahan lama.

  1. Penurunan gairah seksual atau libido

Banyak pria dengan disfungsi ereksi juga mengalami penurunan minat dalam aktivitas seksual, yang dapat disebabkan oleh faktor fisik atau psikologis.

  1. Masalah ejakulasi

Penderita impotensi mungkin mengalami masalah ejakulasi, baik itu ejakulasi dini (lebih cepat dari yang diinginkan) atau ejakulasi tertunda (membutuhkan waktu lebih lama untuk ejakulasi).

  1. Perasaan malu serta tidak berharga

Gejala impotensi seringkali disertai dengan perasaan negatif seperti malu, rendah diri, atau depresi akibat masalah seksual yang dialami

Apa saja obat yang direkomendasikan untuk pengidap impotensi?

 

(Foto oleh megaflopp dari iStockphoto)
(Foto oleh megaflopp dari iStockphoto)

 

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menjelaskan bahwa pengobatan impotensi melibatkan berbagai jenis obat yang digunakan. Untuk mengatasi impotensi, beberapa obat yang direkomendasikan meliputi:

  1. Ericfil 50 mg Odf

Obat ini mengandung sildenafil citrate 50 mg, yang bekerja sebagai penghambat PDE-5 untuk meningkatkan aliran darah ke alat kelamin pria, sehingga mempertahankan ereksi.

  1. Topgra 100 mg 1 Tablet

Topgra adalah obat yang mengandung sildenafil citrate 100 mg, yang membantu memaksimalkan penis untuk ereksi saat hubungan seksual berlangsung. Dosis maksimal per hari adalah 100 mg dan dapat diminum 1 jam sebelum aktivitas seksual.

  1. Sildenafil Citrate 50 mg 4 Tablet

Sildenafil merupakan obat generik yang bekerja melalui peningkatan aliran darah di alat kelamin pria untuk mempertahankan ereksi. Dosis maksimal per hari adalah 100 mg dan dapat diminum 1 jam sebelum memulai aktivitas seksual.

  1. Viagra 50 mg 1 Tablet

Viagra adalah obat yang juga mengandung sildenafil citrate yang sangat banyak diresepkan dokter karena efektif dalam mengobati disfungsi ereksi pada pria. Dapat dikonsumsi 1 jam sebelum melakukan hubungan seks dan dosis maksimal per hari adalah 100 mg.

Setiap obat memiliki susunan kimiawi yang sedikit berbeda dan perbedaan kecil ini mempengaruhi cara kerja setiap obat. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba obat impoten untuk memperkecil risiko efek samping dan mengoptimalkan manfaat yang didapatkan dari obat-obatan tersebut. (*)

Editor : Erwin D. Nugroho
#Ikatan Dokter Indonesia (IDI)