Mengenal Perbedaan Diare Biasa dan Disentri: Jangan Asal Minum Obat Penghenti BAB

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 09:15 WIB
ilustrasi diare
ilustrasi diare

 
PROKAL.CO- Banyak orang kerap menganggap semua gangguan pencernaan berupa buang air besar (BAB) cair sebagai masalah yang sama. Padahal, terdapat perbedaan mendasar antara diare biasa dan disentri, baik dari tingkat keparahan, mekanisme infeksi, hingga cara penanganannya.

Secara medis, diare biasa umumnya disebabkan oleh infeksi virus ringan, intoleransi makanan, atau bakteri yang hanya beroperasi di permukaan usus. Kondisi ini biasanya ditandai dengan feses cair tanpa disertai darah, demam yang relatif ringan atau bahkan tidak ada, serta keluhan yang membaik secara mandiri dalam beberapa hari.

Berbeda dengan diare biasa, disentri merupakan kondisi infeksi yang jauh lebih berat. Pada kasus disentri, bakteri atau parasit tidak hanya berada di dalam usus, melainkan telah menginvasi dan merusak dinding usus besar.

Perbedaan mekanisme infeksi tersebut menimbulkan gejala klinis yang khas pada pasien disentri. Karakteristik utama disentri ditandai dengan tinja yang berdarah atau berlendir, demam tinggi, kram perut yang hebat, serta timbulnya tenesmus—yaitu sensasi ingin mengejan dan BAB secara terus-menerus meskipun tinja yang keluar hanya sedikit.

Pemahaman mengenai perbedaan kedua kondisi ini sangat krusial dalam menentukan tindakan medis. Pada diare biasa, penggunaan obat antimotilitas untuk memperlambat gerakan usus mungkin dapat membantu mengurangi frekuensi BAB. Namun, pada kasus disentri, menghentikan diare secara paksa justru berbahaya karena diare merupakan mekanisme alami tubuh untuk membuang bakteri dan racun dari saluran pencernaan.

Masyarakat diimbau untuk mewaspadai kemunculan gejala disentri. Apabila gangguan pencernaan disertai dengan darah pada tinja, demam tinggi, dan kram perut hebat, tindakan terbaik adalah segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan ketimbang mengonsumsi obat penghenti diare secara mandiri. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
disentri diare